
Ilustrasi
JawaPos.com - Banyak orang tua tidak mengerti gejala Penyakit Jantung Bawaan pada anak. Padahal penderitanya cukup tinggi. Di Indonesia, pada setiap kelahiran hidup ada 8 per 1000 atau 0,8 persen anak dengan penyakit jantung bawaan. Sementara angka kelahiran setiap tahun mencapai 4,5 juta bayi.
Dokter Spesialis Penyakit Jantung Anak dan Penyakit Jantung Bawaan RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Radityo Prakoso Sp.JP (K) mengatakan, ada banyak faktor yang membuat angka ini tinggi.
Salah satunya jumlah dokter jantung di Indonesia masih sangat langka. Hanya ada 80 dokter spesialis jantung anak di seluruh Indonesia. “Di Indonesia dokter jantung ada 900 orang. Khusus anak cuma 84. Itu termasuk yang masih pendidikan. Sedangkan di daerah Ambon saja enggak ada. Di Kalimantan Barat belum ada,” katanya kepada JawaPos.com, Kamis (16/3).
Di RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, kata dia, hanya ada tujuh dokter jantung anak. “Semua tindakan dua pertiganya atau 70 persen dikerjakan di Jakarta. Dari 70 persen itu, dua pertiganya dikerjakan di RS ini. Luar biasa kan kerja kami,” ungkapnya.
Ada sejumlah faktor yang menyebabkan angka ini tinggi, di antaranya sebagai berikut:
1. Kurang Kesadaran
Sejumlah tenaga medis masih kurang memahami atau rendahnya kesadaran terkait penyakit ini.
2. Akses Kesehatan Sulit
Tak setiap anak lahir mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh akses medis. Misalnya penyakit jantung bawaan di Ternate atau Lebak Banten pasti sulit mendapatkan akses.
3. Pengobatan Alternatif
Masih banyak orang Indonesia yang memilih pengobatan non profesional bukan medis seperti alternatif atau dukun jika sakit.
4. Fasilitas Pendidikan Penyakit Jantung Kurang Memadai
Dokter-dokter yang mau menjadi dokter jantung anak masih kesulitan lokasi tempat pendidikan. RS Harapan Kita menjadi pusat pendidikan penyakit jantung.
5. Kebijakan Pemerintah Belum Berpihak Sepenuhnya
Kebijakan pemerintah belum berpihak 100 persen meski sudah ada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). (cr1/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
