
Ciri Trauma Bond yang Sering Disangka Cinta dalam Hubungan (Freepik/stefamerpik)
JawaPos.com - Dalam beberapa tahun terakhir, masalah kesehatan mental semakin mendapat perhatian serius. Banyak orang mulai menyadari bahwa hubungan yang tampak penuh cinta ternyata bisa menyimpan pola beracun yang sulit diputus.
Salah satunya adalah trauma bond, yaitu ikatan emosional yang terbentuk antara korban dengan pelaku kekerasan atau pasangan yang abusif.
Banyak yang salah paham dan mengira trauma bond berarti kedekatan karena berbagi pengalaman traumatis. Padahal, trauma bond justru adalah keterikatan emosional yang dalam terhadap orang yang menyakitimu.
Inilah yang membuat banyak orang kesulitan keluar dari hubungan beracun meski tahu hubungan tersebut merugikan.
Agar lebih jelas, berikut ini delapan tanda bahwa yang kamu alami bukanlah cinta sejati, melainkan trauma bond, dikutip dari Youtube Psyh2go.
1. Pasangan Tampak Sangat Menarik dan Menawan di Awal
Tidak ada orang yang dengan sengaja memilih pasangan yang abusif. Namun, hubungan toksik sering kali dimulai dengan pesona yang memikat. Mereka terlihat perhatian, manis, bahkan penuh kasih. Sayangnya, sikap manis itu seringkali hanya kedok sebelum sisi beracun mereka mulai terlihat.
2. Mereka Sangat Tidak Konsisten Secara Emosional
Trauma bond sulit dikenali karena pelaku sering kali menunjukkan sisi manis setelah melakukan hal buruk. Hari ini mereka bisa marah, mengabaikan, atau merendahkanmu, tetapi besoknya penuh permintaan maaf dan janji manis. Pola ini membuatmu bingung dan akhirnya tetap bertahan.
3. Sering Melampiaskan Masalah pada Kamu
Apakah pasangan atau orang dekatmu kerap melampiaskan kekesalan meski kamu tidak bersalah? Jika setiap masalah mereka dijadikan alasan untuk menyakiti kamu, maka itu tanda hubungan yang tidak sehat. Kamu bukan tempat sampah emosional.
4. Mengisolasi Kamu dari Keluarga dan Teman
Sekilas, rasa cemburu bisa terlihat romantis. Namun, jika pasangan mulai membatasi pertemananmu, marah ketika kamu dekat dengan keluarga, atau melarang bergaul dengan orang lain, itu tanda isolasi yang berbahaya. Mereka berusaha menjadikanmu bergantung sepenuhnya pada mereka.
5. Kamu Menyangkal atau Menganggap Normal Perilaku Buruk Mereka
Korban trauma bond sering menenangkan diri dengan berkata, “Tidak apa-apa, sebenarnya dia baik.” Padahal, perilaku abusif tetaplah salah. Menyangkal atau mengecilkan masalah hanya akan membuatmu terjebak lebih lama.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
