Ilustrasi bau mulut yang jadi tanda masalah kesehatan. (DC Studio/Freepik)
JawaPos.com - Bau mulut sering dianggap sepele dan hanya dikaitkan dengan kebersihan gigi yang buruk. Padahal, menurut para ahli jenis bau tertentu pada napas justru bisa menjadi petunjuk awal adanya gangguan kesehatan serius dalam tubuh.
Bau mulut dapat disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk, konsumsi makanan beraroma tajam, merokok, efek samping obat-obatan, diet ekstrem, atau kondisi medis.
Dilansir dari Daily Mail (26/7), teknolog gigi, Allen Zhang mengungkap bahwa napas seseorang dapat mencerminkan kondisi kesehatan dalam tubuh. Zhang menyebut ada lima jenis bau napas yang sering diabaikan, padahal bisa jadi tanda awal penyakit sistemik.
Bau manis seperti buah atau penghapus kuteks bisa menjadi tanda diabetes yang tidak terkontrol. Kondisi ini terjadi karena kadar keton dalam darah meningkat, menyebabkan napas berbau seperti permen pear drop.
Aroma logam pada napas bisa mengindikasikan disfungsi ginjal atau paparan logam berat. Hal ini disebabkan oleh amonia yang terbentuk saat urea tidak tersaring dengan baik oleh ginjal.
Paparan logam berat seperti merkuri atau timbal juga dapat memengaruhi metabolisme dan menimbulkan bau serupa.
Napas amis dapat mengarah pada kondisi langka bernama trimetilaminuria, yaitu kelainan metabolik yang membuat tubuh tidak mampu mengurai zat berbau amis. Selain itu, bau ini juga bisa menandakan gangguan hati seperti fetor hepaticus.
Jika napas Anda berbau menyengat seperti belerang atau telur busuk, itu bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau usus.
Bau ini biasanya disebabkan oleh gas hidrogen sulfida, yang terbentuk saat bakteri dalam sistem pencernaan memecah protein tertentu selama proses fermentasi makanan.
Kondisi ini bisa terjadi pada penderita dyspepsia (gangguan pencernaan kronis), infeksi lambung oleh bakteri H. pylori, atau masalah pada fungsi hati dan empedu.
Napas yang tercium seperti bau apek, lembab, atau berjamur bukan hanya tidak sedap, tetapi bisa menjadi tanda adanya penumpukan racun dalam tubuh akibat gangguan pada organ vital seperti ginjal atau hati.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
