
Ilustrasi Penanganan Penyakit Jantung/(Istimewa).
JawaPos.com - Penyakit jantung koroner (PJK) adalah kondisi pemicu serangan jantung yang dapat terjadi kepada siapa pun, salah satunya dialami oleh pasien laki-laki di Surabaya berusia 75 tahun, dengan riwayat hipertensi dan kolesterol.
Ia mengeluhkan gejala nyeri dada disertai dengan mual muntah, sesak, serta keringat dingin. Namun pasien ini, telah berhasil ditangani di Mayapada Hospital Surabaya melalui layanan unggulan khusus jantung yaitu Cardiovascular Center Mayapada Hospital.
Pasien tersebut ditangani langsung oleh dokter spesialis jantung di layanan Cardiovascular Center Mayapada Hospital Surabaya yakni dr. Samuel Sudanawidjaja, SpJP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi di Mayapada Hospital Surabaya.
Pasien ditangani dengan tindakan PCI (Percutaneous Coronary Intervention) yaitu tindakan intervensi jantung untuk membuka pembuluh dara yang tersumbat total.
“Tindakan PCI harus segera dilakukan dalam rentang periode emas (golden period), yakni 90 menit pertama setelah munculnya gejala serangan jantung. Golden period disebut juga periode kritis karena banyak kematian terjadi pada rentang waktu ini akibat keterlambatan mendapatkan penanganan medis,” jelas dr. Samuel.
Menurut dr.Samuel, prosedur PCI dilakukan dengan memasukkan kateter melalui lengan hingga masuk ke pembuluh darah koroner jantung. Setelah kateter masuk, dilakukan pengembangan menggunakan balon pada daerah yang tersumbat. Ketika pembuluh darah sudah terbuka, maka dilanjutkan dengan pemasangan stent supaya pembuluh darah tetap terbuka.
“Pada pasien ini, dilakukan pemasangan 1 stent untuk membuka sumbatan pembuluh darah dan mengembalikan aliran darah normal ke jantung,” ungkap dr. Samuel.
Dirinya menjelaskan bahwa penyempitan pembuluh darah koroner yang dialami pasien tidak terjadi begitu saja, melainkan akibat penumpukan lemak (aterosklerosis) di dinding pembuluh darah koroner sehingga otot jantung tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen yang dibutuhkan.
Hal inilah yang disebut penyakit jantung koroner (PJK). Kemudian PJK ini bisa memicu serangan jantung atau Acute Coronary Syndrome (ACS), karena permukaan plak yang menyumbat pembuluh darah dapat tiba-tiba pecah dan bekuan darahnya menutup total pembuluh darah dengan cepat.
“Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti nyeri dada yang khas, yang bisa menjalar ke bahu kiri, lengan kiri, atau bahkan ulu hati, yang sering kali menimbulkan gejala mirip sakit maag. Selain itu, gejala lain yang muncul bisa berupa sesak napas, keringat dingin, mudah lelah, terutama saat beraktivitas, serta mual dan muntah,” jelas dr. Samuel.
Namun, serangan jantung dapat ditangani dengan cepat dan tepat di layanan Cardiac Emergency Mayapada Hospital yang siaga 24 jam untuk menangani kegawatdaruatan jantung dengan menerapkan standar protokol internasional Door to Balloon kurang dari 90 menit.
Cardiac Emergency Mayapada Hospital Surabaya hadir sebagai solusi kegawatdaruratan jantung bagi seluruh masyarakat Surabaya, Jawa Timur, hingga Indonesia Timur yang dapat diakses menggunakan fitur emergency call di aplikasi MyCare milik Mayapada Hospital atau hubungi 150990.
Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, M.D, mengatakan, Cardiac Emergency Mayapada Hospital Surabaya memiliki tim dokter multidisiplin dengan pelayanan komprehensif dan berstandar internasional dilengkapi fasilitas Catheterization Lab (Cath Lab).
"Cardiac Emergency ini adalah bagian dari Cardiovascular Center Mayapada Hospital yang dapat menangani berbagai masalah jantung mulai dari langkah pencegahan dan deteksi dini, diagnosis, intervensi jantung, bedah jantung, dan rehabilitasi jantung, bersama tim dokter multidisiplin," ujarnya.
Cardiovascular Center Mayapada Hospital telah banyak melakukan tindakan advanced untuk kasus jantung yang kompleks seperti, penggantian katup jantung (mitral dan aorta), penanganan pembesaran pembuluh darah utama (aneurisma aorta) dengan teknik minimal invasif bernama TEVAR, penanganan kelainan akar aorta dan kondisi keluarnya aorta dan katup aorta dari jantung dengan Bentall Procedure, sampai dengan bedah jantung untuk menangani penyakit jantung bawaan pada anak-anak seperti Tetralogi of Fallot, ASD dan VSD.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
