
Acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Rejaselindo 2024 bertajuk "Beyond Stem Cell: Where Are We?" yang digelar di Jakarta, Jumat (6/12)/(Foto: Dimas Choirul Jawapos.com).
JawaPos.com - Pelayanan dengan Terapi Sel Punca (Stem Cell) kekinian masih terus dikembangkan, khususnya untuk berbagai penyakit kronis dan penyakit degeneratif yang belum bisa disembuhkan dengan obat-obatan yang sudah ada.
Stem Cell merupakan sel naif yang dapat membelah diri dan dapat berkembang menjadi berbagai macam sel dalam tubuh manusia, sehingga berpotensi digunakan untuk menggantikan berbagai jaringan tubuh yang rusak.
Ketua Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia (Rejaselindo), Dr. dr. Bintang Soetjahjo, SpOT(K) mengatakan, terapi stem cell merupakan metode pengobatan masa depan yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti tulang, hingga kanker.
"Nah dengan adanya stem cell dan derivatnya ada secretom, ada exosom maka itu merupakan suatu challenge, suatu tantangan bahwa kita buktikan bahwa ini bisa menjadi terapi yang futuristik," kata Bintang usai acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Rejaselindo 2024 bertajuk "Beyond Stem Cell: Where Are We?" di Jakarta, Jumat (6/12).
Menurut Bintang, sejauh ini pelayanan terapi stem cell di Indonesia masih dalam tahap penelitian berbasis pelayanan, kecuali untuk penyakit yang sudah di-declair atau sudah disahkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai suatu standar terapi.
Pengembangan pelayanan terapi stem cell dilakukan secara bertahap, dimulai dari penelitian klinis, hingga penyusunan standar pelayanan nasional yang nantinya disahkan oleh Menteri sehingga dapat diberikan di fasilitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan regulasi Kemenkes, skema penelitian berbasis pelayanan hanya dilaksanakan di Rumah Sakit (RS) yang ditetapkan pemerintah atau afiliasinya.
"Nah lomba-lombalah kita dari klinis yang bergerak di bidang (penanganan diabetes misalnya) untuk membuktikan bahwa dengan stem cell dan derivatnya itu bagus hasilnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Persatuan Bank Jaringan Indonesia (PERBAJI) yaitu Prof. Dr. dr. Ferdiansyah Mahyudin, SpOT(K) mengungkapkan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelayanan stem cell dan jaringan, yakni kurangnya informasi dan pemahaman di masyarakat mengenai adanya alternatif pengobatan untuk penyakit degeneratif dan genetik.
Akibatnya, banyak beredar produk yang menyebut sebagai produk stem cell padahal pada kenyataannya bukan. Selain itu, rumah sakit penyelenggara pelayanan stem cell masih terbatas karena masih terbatasnya fasilitas, sarana dan prasarana serta sumber daya manusia terkait pelayanan stem cell.
"Tantangan terberat ya tetap edukasi Jadi edukasi yang kita harus mengedukasi dengan baik," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
