Ilustrasi dokter tengah mengamati hasil CT scan pasiennya. (Pixabay)
JawaPos.com – dr. Yopi Simargi, Sp.Rad., Subsp. TR (K), MARS resmi meraih gelar Doktor pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dengan desertasinya yang berjudul “Peran CT Scan Toraks Kuantitatif, HIF-1α, dan Faktor Klinis Terhadap Kejadian Hendaya Kognitif pada Penyakit Paru Obstruktif Kronik”.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya CT Scan Toraks Kuantitatif (CTK) sebagai pemeriksaan tambahan pasien penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), karena prosedur ini selain mampu mendeteksi lebih awal PPOK, juga dapat memperlihatkan risiko hendaya kognitif (HK) pada pasien PPOK.
Dr. dr. Yopi Simargi, Sp.Rad., Subsp. TR (K), MARS, dokter ahli radiologi subspesialis radiologi toraks menjelaskan dalam sidang terbukanya saat meraih gelar doktor bahwa, “HK merupakan kondisi di antara normal dan demensia, yang kemudian berpotensi berkembang menjadi demensia. PPOK dan demensia berbagi faktor risiko utama, yaitu polusi udara termasuk merokok yang dianggap sebagai polusi udara berat.”
Sebuah studi pada 534 pasien PPOK dengan HK, sebanyak 28,7% telah berkembang menjadi demensia. Hal ini kemudian berhubungan langsung dengan semakin menurunnya kemampuan kognitif mereka, termasuk semakin hilangnya kepatuhan pasien PPOK dengan HK ini untuk melakukan pengobatan rutin mereka. Bukan secara sengaja tidak patuh, melainkan kemampuan kognitifnya yang menurun mengakibatkan pasien sering lupa.”
Intinya, penelitian ini menunjukkan PPOK memiliki pengaruh terhadap kejadian HK. Sehingga, diperlukan CTK untuk menemukan potensi itu lebih awal. Namun di samping itu, yang perlu diperhatikan adalah dampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup, serta peningkatan
Pasien PPOK dengan HK tentu mengalami penurunan fungsi kognitif, apalagi yang sudah sampai tingkat Demensia. Tantangan terbesarnya adalah mereka kurang patuh pengobatan akibat sering lupa. Maka, awareness dari support system seperti keluarga dan rekan-rekan terdekat sangat dibutuhkan sehingga bisa hadir untuk mengingatkan pasien dalam pengobatannya.
”Edukasi untuk meningkatkan kesadaran dokter, penyedia layananan kesehatan, pengambil kebijakan, dan keluarga pasien perlu dilakukan sehingga tantangan dalam tatalaksana dapat diatasi dengan tepat,” tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
