ilustrasi dua orang sedang berkebun. Sumber foto: Pexels/Greta Hoffman
JawaPos.com – Berkebun menjadi sarana untuk mendekatkan diri dengan lingkungan sekitar. Beberapa penelitian pun menyebutkan berkebun turut berperan dalam menjaga kesehatan badan dan mengubah suasana hati jadi lebih bahagia.
Berkebun mendatangkan banyak manfaat. Selain sebagai sarana rekreasi untuk terlepas dari penatnya rutinitas sehari-hari, tanaman hijau memberikan kesan sejuk dan tentunya membuat udara di lingkungan rumah terasa lebih segar.
Berkebun di tengah minimnya lahan terutama di wilayah perkotaan dan pemukiman padat, menjadi tantangan tersendiri untuk memutar otak memanfaatkan lahan yang dimiliki.
Dikutip dari Laman DLH semarang kota (18/03) berikut beberapa trik pemanfaatan lahan sempit untuk berkebun.
Cara pertama adalah dengan hidroponik. Hidroponik adalah menanam tanaman tanpa menggunakan media tanah, sehingga meskipun lahannya sempit bisa dimanfaatkan untuk menanam dengan cara hidroponik.
Tanaman yang dihasilkan dengan cara hidroponik tersebut lebih melimpah dan juga lebih segar. Media yang bisa dimanfaatkan untuk menanam dengan cara hidroponik ini adalah botol plastik, pipa paralon dan masih banyak lagi lainnya.
Contoh menanam dengan cara hidroponik menggunakan pipa paralon adalah pipa tersebut dilubangi kemudian di dalam paralon tersebut diisi dengan tanaman.
Cara yang kedua adalah menggunakan metode tabulampot. Tabulampot adalah singkatan dari tanaman buah dalam pot. Tentunya metode ini tidak asing lagi sebab sudah banyak yang masyarakat yang mempraktekkannya di rumah masing-masing, tidak hanya di kota besar namun juga di pedesaan.
Memanfaatkan media tanam yang bisa digunakan dalam metode tabulampot adalah yang bisa menyimpan air dan bisa digunakan sebagai pemasok nutrisi dalam tanaman. Media yang cocok digunakan untuk media tanam adalah tanah yang dicampur dengan kompos dan sekam.
Perbandingannya adalah 1:1:1. Supaya maksimal dalam penanaman disarankan menggunakan pot dengan bahan tanah liat.
Cara ketiga untuk berkebun selanjutnya adalah menggunakan metode vertikultur. Metode ini berguna untuk membudidayakan tanaman yang umurnya tidak panjang seperti sayuran sawi, kangkung, seledri, pakcoy dan masih banyak lagi lainnya.
Sesuai dengan namanya metode ini menggunakan bentuk vertikal, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menanam tanaman tersebut. Modelnya pun beragam mulai dari gantung, tempel, tegak hingga rak.
Modal yang harus dikeluarkan untuk menanam dengan model ini pun tidak terlalu banyak sebab media yang digunakan bisa menggunakan bahan bekas.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
