Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Januari 2024 | 19.21 WIB

Jangan Biarkan Inner Child yang Terluka Menguasai Dirimu, Simak 8 Kiat Ini sebagai Langkah Penyembuhannya

ilustrasi seseorang dengan inner child terluka

JawaPos.com – Tak dapat dipungkiri, pengalaman yang kita alami semasa kecil dapat berdampak signifikan terhadap kehidupan kita seiring berjalannya waktu, terutama pengalaman buruk. 

Pengalaman masa kecil yang negatif atau traumatis cenderung akan lebih mudah melekat pada kita, bahkan tak sedikit yang akan terbawa hingga kehidupan kita yang sekarang.

Istilah ini bernama Inner childsebuah pemikiran bahwa diri kanak-kanak kita yang terluka seolah terbawa ke dalam diri kita yang sekarang. Hal itu mungkin akan berdampak pada kesehatan mental Anda.

Selain membahayakan kesehatan mental anda, inner child yang terluka juga menimbulkan beberapa permasalahan dalam hidup anda, seperti seringnya menggunakan emosional daripada berpikir logis, melakukan tindakan berbahaya yang berulang, terjebak dalam penyalahgunaan narkoba dan kesulitan menjaga hubungan yang sehat.

Banyak orang yang mengalami kesulitan saat tumbuh dewasa karena memiliki “inner child yang terluka” ini. Sehingga, penting untuk melakukan upaya penyembuhan. Menyembuhkan inner child anda yang terluka dapat membantu anda berkembang sebagai orang dewasa.

Dilansir JawaPos.com dari charliehealth.com, inilah cara yang dapat Anda upayakan untuk menyembuhkan inner child anda yang terluka.

  1. Hubungi inner child anda

Langkah pertama adalah terhubung dengan inner child anda.  Anda dapat memvisualisasikan diri anda sebagai seorang anak kecil dan berbicara kepada diri anda yang lebih muda. Hal ini dapat dilakukan dengan cara meditasi terpandu ataupun dengan alat bantu visual, seperti melihat foto diri anda saat masih kecil. Cobalah rasakan emosi diri anda yang lebih muda semasa kecil. Saat anda berbicara dengan inner child anda, lakukan dengan kasih sayang, ingatkan mereka bahwa mereka aman dan didukung oleh diri dewasa anda yang sekarang. 

  1. Latihlah rasa sayang pada diri sendiri

Rasa sayang pada diri sendiri sangat penting selama proses penyembuhan inner child. Ketika anda masih muda, anda mungkin belum menerima kasih sayang, cinta, dan perhatian yang sebenarnya anda butuhkan. Kini setelah Anda lebih dewasa dan memiliki lebih banyak pengetahuan, inilah saatnya memperlakukan inner child anda dengan cinta dan kasih sayang. 

Belajar menjadi lebih baik dan lembut terhadap diri sendiri adalah bagian penting dalam menyembuhkan inner child anda yang terluka. Saat anda berbicara dengan inner child anda, dekati mereka dengan cara yang penuh perhatian dan kasih sayang. Validasi perjuangan inner child anda dan rasa sakit yang mereka rasakan, tunjukkan empati, dan beritahu mereka apa yang anda harap dapat anda dengar saat itu.

  1. Biarkan diri Anda mengekspresikan rasa sedih itu

Anda mungkin tumbuh dengan memendam emosi, mungkin anda sering diberi tahu bahwa menangis adalah tanda kelemahan, sehingga anda harus selalu terlihat tenang. Namun kini, anda memiliki kekuatan untuk memilih merasakan emosi anda. Ingatkan diri anda bahwa merasakan dan mengekspresikan emosi ini aman dan sehat. Biarkan diri anda merasa marah, sedih, atau menangis. Memendam perasaan tidak akan ada gunanya bagimu. Jika anda benar-benar ingin menyembuhkan inner child anda, anda harus membiarkan diri anda merasakan semua emosi yang muncul.

  1. Identifikasi peristiwa penting dalam hidup Anda

Saat anda mulai terhubung dengan inner child Anda, beberapa pengalaman menyakitkan di masa lalu mungkin langsung terlintas di benak anda. Misalnya, anda mungkin memiliki kesadaran yang kuat akan peristiwa traumatis yang anda alami sepanjang hidup. Luangkan waktu untuk mengidentifikasi kenangan masa kecil dan peristiwa penting dalam hidup anda ketika diri anda yang lebih muda merasa takut, tidak aman, tidak diakui, atau tidak dicintai. Buatlah timeline atau daftar peristiwa tersebut sebagai referensi. Ini akan menunjukkan kepada anda masa-masa sulit yang telah berhasil anda lewati.

  1. Menarik hubungan antara masa lalu dan masa kini

Saat mengingat kembali kenangan dan pengalaman masa kecil anda, cobalah melihat apakah anda dapat merasakan ada sesuatu yang sama antara perasaan anda saat itu dengan perasaan anda saat ini. Misalnya, jika anda pernah menjadi korban pelecehan seksual atau kekerasan fisik saat masih anak-anak, apakah anda masih merasa malu atau sakit hati, dan memengaruhi hubungan anda di masa dewasa? 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore