Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 00.12 WIB

Manfaat Menulis Ekspresif untuk Menjaga Kesehatan Mental

Ilustrasi: Menulis

JawaPos.com – Menulis menjadi sebuah cara mengungkapkan perasaan yang dirasakan. Dengan menulis, kita bisa bercerita berbagai hal tanpa takut dihakimi maupun disebarkan.

Hal tersebut sering disebut menulis diari. Dalam psikologi dikenal sebagai menulis ekspresif. Menulis ekspresif ialah kegiatan menulis dengan menceritakan atau menarasikan perasaan-perasaan yang dirasakan.

Menulis yang merupakan tindakan katarsis, yaitu suatu tindakan dapat mengekspresikan serta meluapkan emosi yang dirasakan secara bebas agar pikiran dan perasaan menjadi lebih nyaman.

Selain itu, kegiatan sederhana ini dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan saat dilakukan dengan perasaan yang bahagia.

Menulis ekspresif ialah kegiatan atau sebuah proses yang memerlukan integrasi dari pikiran, afeksi, dan motorik seseorang.

Kegiatan menulis ekspresif dapat dilakukan dengan menuliskan yang menekankan kepada sesuatu yang sangat emosional secara bebas, tanpa memerhatikan jenis tulisan maupun tata bahasa.

Ketika seseorang menulis secara ekspresif mengenai perasaannya terhadap suatu kejadian, maka hal yang akan dirasakannya kembali adalah perasaan yang dirasakannya saat itu, penilaiannya terhadap kejadian itu, serta pikiran yang mengarahkannya pada persepsi baru.

Menulis ekspresif dapat menurunkan kecemasan. Dengan menulis pengalaman traumatik, stres, atau emosional dapat memperbaiki kesehatan fisik dan psikologis.

Selain itu, menulis dapat digunakan sebagai intervensi jangka pendek bagi orang dengan gejala stres, kecemasan, dan depresi.

Menuliskan kata-kata menjadi strategi membantu diri sendiri untuk melakukan penyesuaian dengan stres. Kekuatan kata membuat jiwa berdaya, hari-hari berwarna, sehingga hidup terasa lebih bermakna.

Menulis bukan sekadar cara mengungkapkan emosi tetapi juga bagaimana meningkatkan kesadaran diri. Perhatian ke dalam diri sendiri dapat lebih sadar akan sifat, perilaku, perasaan, keyakinan, nilai, dan motivasi yang dimiliki. Pada akhirnya, dapat meningkatkan kepercayaan diri dan mendorong untuk lebih menerima orang lain.

Kegiatan sederhana ini dapat menyembuhkan seseorang yang memiliki luka emosional, seperti sedang sakit berat, korban dari pelaku kejahatan kekerasan, atau seseorang yang tengah beradaptasi di lingkungan baru.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore