ILUSTRASI. Fenomena Sleep Paralysis, mitos yang terkenal di kalangan masyarakat.
JawaPos.com – Pernah mengalami ketindihan? Terasa ada yang menekanmu saat sedang tidur? Berarti ada makhluk halus di dekatmu.
Mitos tindihan saat tidur ini telah dipercaya oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Banyak dari mereka yang menyangkutkan mitos ini dengan hal mistis.
Namun, di dunia medis ketindihan ini disebut dengan sleep paralysis yaitu gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan menggerakkan tubuhnya sekalipun dalam keadaan sadar. Hal ini umumnya terjadi ketika seseorang berada di masa peralihan antara tertidur dan terbangun.
Mengutip laman Siloam Hospitals, Selasa (7/11), sleep paralysis dibedakan menjadi dua jenis yaitu hypnopompic sleep paralysis dan hypnagogic sleep paralysis. Berikut penjelasannya.
Fenomena ini terjadi ketika seseorang terbangun secara tiba-tiba saat otak belum siap mengirimkan sinyal bangun pada otot. Akibatnya, tubuh tidak dapat digerakkan sekalipun sudah dalam keadaan sadar.
Pada saat orang baru saja tidur, tubuh akan memasuki fase NREM (non-rapid eye movement) atau dikenal dengan sebutan tidur ayam dan mengalami relaksasi otot. Pada fase, seseorang yang tiba-tiba tersadar saat tidur akan menimbulkan sensasi seakan tidak dapat bergerak.
Adapun beberapa penyebab terjadinya fase tindihan saat tidur, diantaranya:
Tanda seseorang dikatakan mengalami Sleep Paralysis adalah tidak dapat berbicara dan menggerakkan tubuh saat sedang tertidur atau hendak bangun tidur. Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit dan kerap dibarengi dengan halusinasi, seperti:
Halusinasi akan adanya penyusup, seperti ada sesuatu yang masuk ke dalam kamar.
Halusinasi adanya penindih atau pencekik, seperti ada seseorang yang mencekik tubuh.
Merasa tubuh seakan melayang atau terbang.
Sleep paralysis juga merupakan kondisi yang tidak memerlukan penanganan medis dan dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu. Cara menghindari fenomena ini dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, di antaranya yaitu:
Tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur bisa memicu terjadinya tindihan. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mencukupi waktu tidur selama 7-9 jam per hari. Serta hindari empat kegiatan berikut untuk membantu memperoleh kualitas tidur yang baik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
