Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 06.15 WIB

Mengenal Sleep Paralysis, Mitos Tindihan yang Terkenal di Masyarakat, Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

ILUSTRASI. Fenomena Sleep Paralysis, mitos yang terkenal di kalangan masyarakat.

JawaPos.com – Pernah mengalami ketindihan? Terasa ada yang menekanmu saat sedang tidur? Berarti ada makhluk halus di dekatmu.

Mitos tindihan saat tidur ini telah dipercaya oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Banyak dari mereka yang menyangkutkan mitos ini dengan hal mistis.

Namun, di dunia medis ketindihan ini disebut dengan sleep paralysis yaitu gangguan tidur yang menyebabkan seseorang kesulitan menggerakkan tubuhnya sekalipun dalam keadaan sadar. Hal ini umumnya terjadi ketika seseorang berada di masa peralihan antara tertidur dan terbangun.

Mengutip laman Siloam Hospitals, Selasa (7/11), sleep paralysis dibedakan menjadi dua jenis yaitu hypnopompic sleep paralysis dan hypnagogic sleep paralysis. Berikut penjelasannya.

  1. Hypnopompic Sleep Paralysis

Fenomena ini terjadi ketika seseorang terbangun secara tiba-tiba saat otak belum siap mengirimkan sinyal bangun pada otot. Akibatnya, tubuh tidak dapat digerakkan sekalipun sudah dalam keadaan sadar.

  1. Hypnagogic Sleep Paralysis

Pada saat orang baru saja tidur, tubuh akan memasuki fase NREM (non-rapid eye movement) atau dikenal dengan sebutan tidur ayam dan mengalami relaksasi otot. Pada fase, seseorang yang tiba-tiba tersadar saat tidur akan menimbulkan sensasi seakan tidak dapat bergerak.

Adapun beberapa penyebab terjadinya fase tindihan saat tidur, diantaranya:

  1. Waktu tidur yang tidak cukup.
  2. Mengalami stres berat.
  3. Adanya gangguan mental, seperti depresi, bipolar, atauanxiety disorder.
  4. Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  5. Kebiasaan merokok.
  6. Perubahan pola tidur atau tidur di tempat yang tidak nyaman.
  7. Konsumsi kafein dan minuman beralkohol secara berlebihan.

Tanda seseorang dikatakan mengalami Sleep Paralysis adalah tidak dapat berbicara dan menggerakkan tubuh saat sedang tertidur atau hendak bangun tidur. Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit dan kerap dibarengi dengan halusinasi, seperti:

  1. Intruder Hallucination

Halusinasi akan adanya penyusup, seperti ada sesuatu yang masuk ke dalam kamar.

  1. Incubus Hallucination

Halusinasi adanya penindih atau pencekik, seperti ada seseorang yang mencekik tubuh.

  1. Vestibular Motor Hallucination

Merasa tubuh seakan melayang atau terbang.

Sleep paralysis juga merupakan kondisi yang tidak memerlukan penanganan medis dan dapat membaik seiring dengan berjalannya waktu. Cara menghindari fenomena ini dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, di antaranya yaitu:

  1. Tidur cukup

Tidak memiliki waktu yang cukup untuk tidur bisa memicu terjadinya tindihan. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu mencukupi waktu tidur selama 7-9 jam per hari. Serta hindari empat kegiatan berikut untuk membantu memperoleh kualitas tidur yang baik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore