
ILUSTRASI: Jumlah kasus HIV/AIDS setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.
JawaPos.com - Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim 2011-2019 menunjukkan jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Kotawaringir Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) mencapai 352 orang. Dari jumlah tersebut, 100 orang terinfeksi Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) dan 22 di antaranya adalah ibu hamil (bumil).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 orang termasuk bumil yang terinfeksi HIV/AIDS meninggal dunia dalam 9 tahun terakhir. Berdasarkan data tersebut, usia produktif 25-49 tahun mendominasi sebagai penderita penyakit ini yakni sebanyak 76,4 persen atau 269 orang.
Berturut-turut berikutnya yakni usia 20-24 tahun dengan persentase 13,6 persen atau 48 orang, usia 50 tahun ada 18 penderita atau 5 persen, usia 15-19 ada 8 orang atau 2,3 persen, usia 5-14 tahun ada 2 penderita atau 0,6 persen dan usia 4 tahun ada 7 orang atau 2 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto menjelaskan, upaya yang dilakukan pemerintah yaitu periksa warga yang tersebar di 17 kecamatan yang ada di Kotim.
"Bagi warga yang ingin memeriksa kesehatan, terutama pemeriksaan HIV/AIDS bisa langsung datang ke puskesmas terdekat. Data pasien tentu akan kami rahasiakan. Untuk itu diperlukan keaktifan warga melakukan pemeriksaan yang intensif nantinya," kata dokter Faisal, dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Kamis (30/5).
Menurut Faisal, meski lokalisasi di Jalan Jenderal Sudirman Km 12 Sampit sudah ditutup, tapi penyebaran para pekerja seks komersial (PSK) masih tetap berlangsung. Khususnya di jalan arah ke Kecamatan Telawang.
"Dinkes saat ini melakukan tri zero dalam penanganan HIV/AIDS. Pertama dengan cara melakukan peningkatan deteksi dini dalam kasus HIV/AIDS," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan ini dilakukan di pusat kesehatan terdekat/puskesmas. Cara kedua, yaitu meminimalisasi kematian akibat HIV/AIDS dengan cara melakukan pengobatan secara rutin, yakni menum obat seumur hidup.
Ketiga, meminta masyarakat untuk tidak menjauhi orang yang terkena ODA (orang dengan AIDS). "Perlu disampaikan bahwa penyakit HIV/AIDS ini penularannya melalui berhubungan badan/intim," jelasnya.
Ditambahkannya, bagi ibu hamil yang ada di Kotim agar melakukan pemeriksaan dini. Dikhawatirkan penyakit ini menular ke bayi nantinya.
"Untuk pengobatannya gratis alias tidak bayar. Untuk itu, diharapkan keaktifan dan keterbukaan kepada petugas kesehatan di wilayah masing-masing," ucapnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
