Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Juli 2017, 21.34 WIB

Kanker Paru-Paru bagi Perokok

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Memang tidak semua orang yang menjadi perokok aktif atau pasif dan sering terpapar bahan kimia, terjangkit kanker paru. Namun, spesialis paru dr Laksmi Wulandari SpP (K) mengatakan, kanker paru berkaitan dengan faktor genetik. Jadi ketika dalam keluarga seseorang mempunyai riwayat kanker paru, maka paparan sedikit saja sudah meningkatkan potensi terjadinya kanker.



Beda dengan seseorang yang tidak punya keturunan. Meski banyak terpapar bahan-bahan kimia bisa jadi potensi untuk terjangkit kanker paru lebih rendah. Namun Laksmi menegaskan masyarakat tetap tidak boleh meremehkannya. Paling tidak, seseorang harus aware dengan riwayat keluarganya.



Dalam arti bukan hanya kedua orang tua. ’’Tanya orang tua, apa kakek, buyut, ada yang pernah punya kanker paru,’’ cetusnya. Disamping itu, bila pekerjaan menuntut seseorang untuk terpapar lebih dengan polusi dan bahan kimia, lebih baik mengenakan masker. Serta deteksi dini saban setahun sekali untuk mendeteksi adanya sel kanker dalam paru. Karena dalam stadium awal, kanker paru memang tidak bergejala.



Pasien yang datang dalam kondisi stadium awal itu, rata-rata mengetahui dengan tidak sengaja setelah medical check-up yang juga terdapat pemeriksaan foto toraks didalamnya. ’’Untuk penegakan diagnosa, selain foto toraks juga dibutuhkan CT Scan dan biopsy (pengambilan jaringan),’’ ulasnya. (*)







Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore