Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Desember 2017 | 02.27 WIB

Simak Nih Fakta tentang Mimisan yang Jarang Diketahui

Ilustrasi: mimisan - Image

Ilustrasi: mimisan

JawaPos.com - Mimisan. Penyakit tersebut bisa menyerang semua umur. Baik anak-anak, dewasa, hingga orang tua. Mimisan sering kali menyerang seeorang tanpa ada peringatan.


Baru-baru ini penelitian di American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery mengungkapkan bahwa Mimisan dapat terjadi pada usia berapapun, namun lebih sering terjadi pada anak-anak berusia dua sampai 10 tahun. Sementara pada orang dewasa berusia 50 sampai 80 tahun.


Perlu diketahui, hidung merupakan bagian tubuh yang di dalamnya terdapat banyak pembuluh darah yang mudah patah dan berdarah. Sementara Mimisan umumnya terjadi ketika bulan-bulan musim dingin. Ketika kondisi kering, udara di dalam hidung membuat selaput lendir yang menyebabkan jalur hidung tersumbat dan retak, sehingga dapat menyebabkan pendarahan.


Mimisan bisa dikatakan bukan penyakit serius. Pengidap mimisan hanya perlu tahu bagaimana cara mengurusnya dengan baik dan kapan harus mencari pertolongan medis.


Mimisan sendiri ada dua jenis, yakni posterior dan anterior. Mimisan anterior melibatkan pembuluh darah kecil di bagian depan hidung. Mimisan ini bisa diobati sendiri. Sementara posterior melibatkan pembuluh darah yang lebih besar jauh di dalam rongga hidung dan bisa lebih bermasalah karena pendarahan bisa sangat banyak dan sulit dihentikan. Mimisan ini hampir selalu membutuhkan intervensi medis.


"Secara keseluruhan, mimisan anterior jauh lebih umum daripada posterior," kata Shaunda Rodriguez, DO, ahli bedah telinga, hidung, dan tenggorokan/kepala dan leher sebagaimana dikutip dari health.com, Senin (11/12).


Nah, berikut ini merupakan cara menghentikan mimisan:


Mimisan bisa dihentikan dengan langkah sederhana di rumah. Pertama, tetap tenang agar tidak memperburuk pendarahan. Kemudian miringkan kepala sedikit ke depan, bukan ke belakang. Cubit bagian ujung dan bagian bawah hidung dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Dr. Rodriguez menyarankan untuk memencetnya selama lima menit. Jika pendarahan belum hilang, lanjutkan lima sampai 10 menit lagi.


Setelah pendarahan berhenti, selanjutnya bisa mencoba semprotan hidung dekongestan untuk mengencangkan pembuluh darah di hidung. Pastikan untuk mendapatkan izin dokter terlebih dulu untuk ini.
Beberapa orang dengan tekanan darah tinggi sebaiknya tidak menggunakan obat-obatan yang menyempitkan pembuluh darah karena bisa menaikkan tekanan darah.


Sementara untuk mencegah mimisan yang rawan terjadi saat cuaca dingin, Anda bisa menggunakan semprotan garam ditambah humidifier di malam hari untuk menjaga kelembaban membran hidung agar tidak pecah dan berdarah.


Dr. Rodriguez tidak merekomendasikan menggunakan petroleum jelly di hidung. "Dalam kasus yang jarang terjadi, mimisan dapat menyebabkan penyumbatan ke paru-paru, menyebabkan peradangan. Sebagai gantinya, cobalah gel saline over-the-counter atau berkonsultasilah dengan dokter Anda tentang resep salep antibiotik," katanya.


Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan tersebut juga merekomendasikan untuk memotong kuku anak-anak untuk menghindari mimisan mimetik. Dia juga menyarankan untuk berhenti merokok, karena asap dapat membuat hidung kering dan mengiritasi hidung.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore