Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Februari 2017 | 20.30 WIB

Panglima TNI: Rakyat Rela Mati Demi Pancasila, Apalagi Prajurit!

Panglima TNI Gatot Nurmantyo (kanan) menerima Chief of Australian Army Angus Campbell, Rabu (8/2/2017) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur - Image

Panglima TNI Gatot Nurmantyo (kanan) menerima Chief of Australian Army Angus Campbell, Rabu (8/2/2017) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur

JawaPos.com - Masa depan kerja sama militer Indonesia dengan Australia masih gelap. Relasi manis kedua negara ternoda oleh insiden penghinaan Pancasila pada materi pelatihan Australian Defence Force (ADF) di Perth, Australia Barat, beberapa waktu lalu. 



Kemarin Chief of Army Australia Angus Campbell menemui Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Pertemuan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, itu berlangsung tertutup Melalui keterangan resmi, Gatot menjelaskan bahwa chief of army Australia datang untuk meminta maaf secara langsung terkait insiden pelecehan Pancasila. Juga menyampaikan hasil investigasi dari peristiwa tersebut. 



Militer Australia menghentikan kegiatan pelajaran pendidikan bahasa Indonesia di barak-barak. Lebih dari itu, dilakukan pembenahan internal satuan dan staf, tenaga pengajar, dan personel yang terlibat serta merevisi materi pelajaran. 



"Australian Defence Force juga menerapkan sanksi tegas kepada seluruh personel yang terlibat dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut, yang berdampak terhadap karir mereka," ujar Campbell. 



Dari sisi Indonesia, Gatot menyayangkan terjadinya insiden tersebut. Bagi Indonesia, Pancasila adalah ideologi negara. Rakyat Indonesia rela mati untuk membela ideologinya. "Apalagi bagi seorang prajurit TNI. Hal itu sangat sensitif dan menyakitkan," kata Gatot. 



Kendati demikian, Gatot tetap menghargai sikap tegas chief of army Australia dalam menanggapi insiden tersebut. Mengenai hubungan kerja sama kedua negara yang sempat terputus karena insiden tersebut, Gatot menegaskan, pihaknya belum meng­ambil keputusan. 




"Kami akan berdiskusi dengan menteri pertahanan dan menteri luar negeri terlebih dahulu. Selanjutnya, kami akan bersama-sama melaporkannya kepada presiden," ujarnya. (and/c10/ca) 


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore