
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menaiki Panser Anoa Amphibi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah melantik Marsekal Madya Hadi Tjahjanto, sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara, Rabu (18/1).
Pelantikan itu disertai dengan kenaikan pangkat mantan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertahanan (Kemehan) itu menjadi bintang empat alias Marsekal.
Pelantikan orang nomor satu di Matra Udara itu dihadiri juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPR Setya Novanto, serta pimpinan DPR dan menteri dari Kabinet Kerja. Pelantikan KSAU itu berlangsung khidmat.
Dilantiknya Marsekal Hadi Tjahjanto, sebagai KSAU untuk menggantikan Masekal Agus Supriatna yang memasuki masa pensiun pada 28 Januari 2017 ini.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerahkan tiga nama kepada Presiden Jokowi. Mereka adalah Wakasau Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmadja, Irjen Kementerian Pertahanan (Kemehan) Marsdya TNI Hadi Tjahjanto, dan Wakil Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Marsdya TNI Bagus Puruhito. (iil/JPG)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
