
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo
JawaPos.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, komitmen militer Indonesia untuk melawan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang anti terhadap Pancasila.
Gatot Nurmantyo menegaskan, pernyataan itu merupakan salah satu hasil keputusan Rapat Pimpinan TNI yang diselenggarakan di di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.
"TNI sepakat untuk menghadapi semua ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan radikalisme yang mengganggu jalannya pembangunan nasional," ujar Gatot di lokasi, Selasa (17/1).
Selain itu, ada pula keputusan yang dihasilkan dalam Rapim TNI tersebut, yakni membantu program-program pemerintah baik di pusat maupun di tingkat daerah. Sehingga pembangunan bisa berjalan lancar tanpa adanya gangguan.
"Mendukung pemerintah yang sah karena dipimpin oleh Presiden Jokowi yang dipilih secara proses konstitusi," katanya.
Sekadar informasi, Rapim TNI diikuti oleh 184 peserta yang terdiri dari Pimpinan TNI, 49 Pejabat Mabes TNI, 52 pejabat TNI AD, 41 pejabat TNI AL, 26 pejabat TNI AU, 12 Peninjau (Pati yang menduduki jabatan di luar struktur TNI) dan 57 Pati Polri. (cr2/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
