
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghemat anggaran disikapi oleh TNI. Mereka memastikan penggunaan anggaran oleh TNI efektif dan efisien. Namun, tidak mengganggu operasional maupun komitmen untuk terus memperkuat tiga matra TNI.
Hal itu disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Dia menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang bakal dikurangi. Diantaranya perjalanan dinas.
”Perjalanan dinas, kalau (sebelumnya) rapat harus di sana, di sini. Sekarang kami buat misalnya rapat di mabes aja, di mabes masing-masing,” ungkap Agus kepada awak media di Jakarta pada Jumat (31/1).
Contoh lainnya, panglima TNI, peninjauan ke daerah latihan. Dia menyampaikan bahwa selama bisa dilakukan melalui video conference, maka bisa dilaksanakan secara dalam jaringan (daring). ”Peninjauan ke daerah latihan pun bisa lewat vicon. Tidak harus kami ke sana. Yang efektif dan efisien,” imbuhnya.
Di luar itu, Jenderal Agus menyampaikan bahwa kebutuhan-kebutuhan krusial seperti pembangunan sarana dan prasarana untuk para prajurit TNI tetap dilakukan.
”Saya mau membangun sarana prasarana barak untuk prajurit, pendidikan. Kami lebih ke situ. (Anggaran) bisa digunakan untuk mendidik prajurit ataupun kalau ada bencana alam bisa untuk barak siaga dan sebagainya,” terang dia.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga memastikan bahwa penghematan anggaran untuk Kemhan dan TNI tidak akan mengganggu operasional maupun belanja alutsista. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal (Karo Infohan Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas. Dia menyatakan, efisiensi anggaran memang instruksi langsung dari Presiden Prabowo. Karena itu, Kemhan langsung menindaklanjuti instruksi tersebut.
”Bisa dilihat pada pertengahan Januari ini Kemhan melakukan perubahan metode dalam proses menyelenggarakan Rapim Kemhan-TNI yang biasanya secara fisik dialihkan ke virtual. Tentunya ini mengurangi pos anggaran. Ketika dibuat selebrasi, seremonial, ada pengerahan personel dalam jumlah banyak, tentunya transportasi dan akomodasi ini juga bisa dikurangi (karena diubah ke virtual),” terang dia.
Menurut Frega, langkah itu sudah sesuai dengan arahan Presiden Prabowo. Sebab, yang diminta dihemat adalah beberapa hal seperti perjalanan dinas, rapat, seminar, dan kegiatan lain yang dinilai tidak terlalu mendesak. Termasuk diantaranya pembangunan gedung yang tidak mendesak. Dia memastikan, Kemhan mencermati dan melaksanakan arahan tersebut.
”Kemhan juga mencermati bahwa tugas menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa ini tidak bisa direlaksasi, sehingga mau tidak mau tetap harus jalan. Sehingga yang berhubungan dengan penegakan kedaulatan, kemudian menjaga keutuhan wilayah, maupun keselamatan bangsa ini, tetap dipertahankan untuk operasional,” jelas dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
