
Wakil Menteri Pertahanan M. Herindra (kanan) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
JawaPos.com – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengaku sudah menerima perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membentuk Matra Siber atau Angkatan Siber.
Namun, sejauh ini belum ada pembahasan mengenai pembentukan Matra Siber dengan Komisi I DPR. Dalam rapat kerja pada Selasa (3/9), mereka fokus membahas anggaran.
Saat ini, TNI sudah memiliki Satuan Siber (Satsiber) TNI. Satuan itu dipimpin oleh seorang jenderal bintang satu. Belakangan, muncul ide dan usulan agar TNI membentuk Matra Siber. Salah satu sebabnya adalah potensi kerawanan serta serangan siber yang semakin banyak terjadi.
”Saya sudah diperintahkan oleh Pak Presiden, kemarin juga dari MPR waktu pidato, untuk membuat Angkatan Siber,” ucap Agus.
Meski demikian, pembentukan angkatan atau matra baru di tubuh TNI tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan. Khususnya aturan dan payung hukum.
Karena itu, Mabes TNI perlu mempertimbangkan banyak hal sebelum memutuskan membentuk Matra Siber atau Angkatan Siber. ”Sedang kami evaluasi kesatuan siber yang ada,” imbuhnya.
Satsiber TNI termasuk satuan baru di institusi militer tanah air. Satuan itu berdiri dan beroperasi mulai 2017. Dalam pelaksanaan tugasnya, komandan Satsiber TNI berkedudukan di bawah panglima TNI.
Namun koordinasi pelaksanaan tugasnya dipegang oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI. Menurut Agus, yang penting dari Satsiber TNI adalah Sumber Daya Manusia (SDM).
Orang nomor satu di jajaran TNI itu menyatakan bahwa Satsiber TNI harus diawaki oleh SDM yang benar-benar andal di bidang IT.
”Satuan Siber sudah ada, hanya tinggal dioptimalkan. Siber itu memang bergantung dengan SDM. Itu yang saya prioritaskan,” kata dia. Untuk mengoptimalkan Satsiber TNI, Agus berniat melakukan rekrutmen khusus.
Rekrutmen Satsiber TNI bakal dilakukan dengan menjaring SDM unggul di bidang IT. ”Rekrutmennya dari orang sipil yang memang punya kemampuan IT. Memang rekrutmennya khusus,” imbuhnya.
Tidak hanya di level mabes TNI, dia menegaskan bahwa setiap unsur di bawah Mabes TNI AD, Mabes TNI AL, dan Mabes TNI AU juga harus memiliki satuan siber.
