Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 November 2015 | 11.05 WIB

Siapkan Brigade Aswaja untuk Tangkal Kelompok Radikal

Para kader Laskar Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) mengikuti pendidikan dan latihan khusus di  Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Cisoka, Kabupaten Tangerang. - Image

Para kader Laskar Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) mengikuti pendidikan dan latihan khusus di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Cisoka, Kabupaten Tangerang.

JawaPos.Com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Ahlussunah Wal Jamaah (Aswaja) menggelar pendidikan dan pelatihan khusus bela negara bagi para anggotanya. Tujuan kegiatan itu adalah membentuk Brigade Aswaja (Braja) untuk menangkal kelompok radikal penebar teror yang mengatasnamakan agama.



Sejak Jumat (27/11) hingga Minggu (29/11), DPP Aswaja menggelar Diklatsus Braja I di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Cisoka, Kabupaten Tangerang. Menurut Ketua Umum DPP Laskar Aswaja, Adhi Tobing Permana, kegiatan itu diikuti ratusan peserta.



“Tujuannya membentuk Brigade Aswaja untuk mengawal dan menjaga nilai-nilai ahlussunnah wal jama’ah yang esensinya adalah Islam rahmatan lil alamin,” ujar Adhi melalui rilisnya ke media, Sabtu (28/11) malam.



Ia menambahkan, aksi radikal dengan bersembunyi di balik agama kian marak di tingkat nasional atau pun global. Adhi menegaskan, radikalisme tidak semestinya dibalas dengan aksi kekerasan dan balas dendam. “Karena balas dendam hanya menyisahkan permusuhan berkepanjangan,” katanya.



Karenanya, kata Adhi, Laskar Braja akan melakukan pendekatan persuasif untuk mencegah aksi radikal. Menurutnya, para Laskar Braja yang sudah menjalani diklat khusus akan aktif berdialog dan mengedukasi warga tentang bahaya radikalisme agama. “Dialog, edukasi dan sosialisasi untuk melawan radikalisme perlu dilakukan secara sistematis dan masif,” paparnya.



Sedangkan Ketua I DPP Laskar Aswaja, Iman Ainul Hasan mengatakan, kini muncul aksi-aksi teror yang dilancarkan kelompok Negara Islam Irak Syria (ISIS) dan eleman lain dengan mengatasnamakan agama. Menurutnya, gerakan radikal itu bukan atas dasar norma agama, tetapi pemahaman yang salah terhadap ajaran agama. “Pemahaman dan pemikiran yang salah ini yang harus diluruskan,” katanya.



Ia menambahkan, untuk melawan aksi teror dalam bentuk kekerasan dan intimidasi tidak harus dengan aksi serupa. “Tetapi bisa dengan edukasi dan sosialisasi. Brigade Aswaja akan melakukan gerakan Islam Rahmatan Lil A’alamin ke berbagai ponpes, majelis taklim dan lembaga pendidikan lainnya,” ujarnya.(ara/JPG)

Editor: Ayatollah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore