Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Juli 2017 | 16.06 WIB

Lapangan Golf Malaysia Serobot Wilayah NKRI

Pemerintah memperbaharui peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). - Image

Pemerintah memperbaharui peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

JawaPos.com -Patok batas negara yang berada di wilayah perbatasan sangat rawan dengan pencurian. Tidak hanya itu, wilayah yang berada di ujung daerah pun kerap tidak terawasi, sehingga mudah saja bagi negara tetangga memperluas daerah teritorialnya. Buktinya kini patok batas negara Indonesia kini berada di dalam lapangan golf milik warga Malaysia.


Hal itu diketahui oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 131/Braja Sakti yang menemukan satu patok batas negara Indonesia-Malaysia di tengah lapangan golf milik warga Malaysia. Secara teritori, patok batas dengan nomor F210 itu masuk di wilayah Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.


Komandan Yonif 131/Braja Sakti Letkol (Inf) Denni menerangkan, temuan tersebut tengah dirundingkan. Patok F210 adalah patok batas antara Desa Pala Pasang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau dan Kompleks Wisata Borneo Highland, Sarawak, Malaysia.


"Kami sudah sampaikan hal ini langsung kepada pihak Malaysia. Mereka mengaku salah karena membangun lapangan golf di lokasi yang ada patok batas," kata Denni kemarin siang (20/7).


Saat ini, lanjut dia, lapangan golf itu tidak difungsikan. Selain itu, selama sembilan bulan mengemban tugas pengamanan wilayah perbatasan darat RI-Malaysia, Yonif 131/Braja Sakti sudah mendata 1.974 patok batas negara di antara total 2.424 patok.


"Patok yang sebagian besar belum ditemukan itu tertimbun tanah dan faktor geografis yang ekstrem. Ini mengakibatkan pencarian patok terkendala," jelasnya.


Dari jumlah patok yang terdata, 28 patok rusak ringan, 53 patok rusak berat, dan 1 patok bergeser akibat pengerjaan Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan. Sejauh ini, setiap pergantian pasukan pengamanan perbatasan, pencarian patok yang belum ditemukan terus diintensifkan. Menurut Denni, patok yang belum ditemukan tersebut bukan hilang, tetapi tertimbun tanah dan rawa.


Selama ini, untuk pengawasan di sekitar Pos Lintas Batas Negara Entikong yang ada patok batas negara, Kementerian Pertahanan memasang sejumlah CCTV. Di luar itu, patok batas negara dipasangi alat sejenis chip yang akan mengeluarkan sinyal khusus jika bergeser. "Baru 420 patok yang terpasang chip. Nanti ditambah lagi," ucap Denni.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore