Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2017 | 12.05 WIB

Panglima TNI Sampaikan Pesan Penting soal Potensi Ancaman Global

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo - Image

Panglima TNI, Gatot Nurmantyo

JawaPos.com - Indonesia menghadapi tantangan besar. Kompetisi antarnegara berubah menjadi persaingan antarmanusia dalam bentuk migrasi lintas negara, guna mencari kehidupan yang lebih baik.


Belum lagi perkembangan penduduk dunia yang luar biasa alias bertambah signifikan. Di sisi lain, sumber daya alam berupa energi dan pangan berkurang.


"Ini yang menjadi ancaman nyata bangsa Indonesia ke depan," ujar Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ketika memberikan orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung dalam rangka memperingati Milad ke-59 Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun 2017, sebagaimana dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup), kemarin (20/11).


"Hal itulah yang menyebabkan persaingan global antarnegara di dunia. Dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan semakin bertambah,” tambah dia.


Panglima TNI juga menuturkan bahwa negara yang kalah dalam kompetisi global akan menjadi negara multikrisis, dan berimbas pada krisis sosial, migrasi perpindahan manusia antarnegara untuk mencari penghidupan yang lebih baik.


Konflik antarnegara di seluruh dunia saat ini, kata dia, sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan.


"Ke depan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia,” ujarnya.


Dalam orasi ilmiah bertajuk "Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global”, Gatot juga menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara ekuator di Asia Tenggara yang kaya dengan sumber daya alam nabati, menjadi daya tarik bagi negara manapun untuk menguasai Indonesia dengan cara apa pun.


Menurutnya, selain kaya dengan sumber daya alam, Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri atas beragam agama, bahasa, budaya, adat istiadat.


"Perbedaan yang ada merupakan bagian kekayaan bangsa yang harus disyukuri dan dijaga bersama yang selama ini diikat dan disatukan dengan falsafah hidup Pancasila, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetap tetap satu,” jelasnya.


Gatot kemudian mengatakan bahwa dalam menghadapi kompetisi global, diperlukan orang-orang yang mempunyai mimpi yang tinggi karena mimpi adalah cita-cita yang harus diraih.


Oleh karena itu, mahasiswa Unisba sebagai generasi penerus harus mempunyai mimpi yang tinggi, guna mewujudkan Indonesia menjadi bangsa pemenang.


"Mimpi itu bisa terwujud dengan selalu belajar, ikhtiar, dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi tersebut,” pungkas dia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore