
Panglima TNI, Gatot Nurmantyo
JawaPos.com - Indonesia menghadapi tantangan besar. Kompetisi antarnegara berubah menjadi persaingan antarmanusia dalam bentuk migrasi lintas negara, guna mencari kehidupan yang lebih baik.
Belum lagi perkembangan penduduk dunia yang luar biasa alias bertambah signifikan. Di sisi lain, sumber daya alam berupa energi dan pangan berkurang.
"Ini yang menjadi ancaman nyata bangsa Indonesia ke depan," ujar Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ketika memberikan orasi ilmiah pada Sidang Terbuka Senat Universitas Islam Bandung dalam rangka memperingati Milad ke-59 Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun 2017, sebagaimana dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup), kemarin (20/11).
"Hal itulah yang menyebabkan persaingan global antarnegara di dunia. Dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan semakin bertambah,” tambah dia.
Panglima TNI juga menuturkan bahwa negara yang kalah dalam kompetisi global akan menjadi negara multikrisis, dan berimbas pada krisis sosial, migrasi perpindahan manusia antarnegara untuk mencari penghidupan yang lebih baik.
Konflik antarnegara di seluruh dunia saat ini, kata dia, sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan.
"Ke depan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia,” ujarnya.
Dalam orasi ilmiah bertajuk "Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global”, Gatot juga menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara ekuator di Asia Tenggara yang kaya dengan sumber daya alam nabati, menjadi daya tarik bagi negara manapun untuk menguasai Indonesia dengan cara apa pun.
Menurutnya, selain kaya dengan sumber daya alam, Indonesia adalah negara yang majemuk, terdiri atas beragam agama, bahasa, budaya, adat istiadat.
"Perbedaan yang ada merupakan bagian kekayaan bangsa yang harus disyukuri dan dijaga bersama yang selama ini diikat dan disatukan dengan falsafah hidup Pancasila, dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda tetap tetap satu,” jelasnya.
Gatot kemudian mengatakan bahwa dalam menghadapi kompetisi global, diperlukan orang-orang yang mempunyai mimpi yang tinggi karena mimpi adalah cita-cita yang harus diraih.
Oleh karena itu, mahasiswa Unisba sebagai generasi penerus harus mempunyai mimpi yang tinggi, guna mewujudkan Indonesia menjadi bangsa pemenang.
"Mimpi itu bisa terwujud dengan selalu belajar, ikhtiar, dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi tersebut,” pungkas dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
