Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2016 | 02.16 WIB

Proses Menyuci Piring Berumur 700 Tahun Peninggalan Sunan Gunung Jati

Abdi dalem Keraton Kasepuhan mencuci berbagai benda pusaka termasuk piring peninggalan para wali, Selasa (6/12). Tradisi ini merupakan rangkaian ritual peringatan Maulid Nabi. - Image

Abdi dalem Keraton Kasepuhan mencuci berbagai benda pusaka termasuk piring peninggalan para wali, Selasa (6/12). Tradisi ini merupakan rangkaian ritual peringatan Maulid Nabi.

JawaPos.com - Sembilan piring tapsi atau piring panjang peninggalan Sunan Gunung Jati dikeluarkan dan dicuci di Keraton Kasepuhan kemarin. Tradisi pencucian piring-piring itu dinamakan Siraman Panjang sebagai rangkaian menyambut maulid Nabi Muhammad SAW.



MIKE DWI SETIAWATI



Tradisi Siraman Panjang merupakan tradisi turun menurun setiap tanggal 5 maulid. Sebagai rangkaian peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau di Cirebon dikenal dengan tradisi Muludan.



“Setelah siraman panjang nanti kita buka bekasem ikan yang sudah dibuat satu bulan lalu,” ujar Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat.



Tradisi Siraman Panjang adalah prosesi penyucian 9 piring yang usianya sudah lebih dari 700 tahun. Sultan membeberkan, 9 piring tersebut adalah piring yang digunakan oleh para wali ketika melakukan musyawarah di Cirebon.



Siraman panjang dimulai dengan iring-iringan kaum dan abdi dalem yang membawa benda-benda pusaka dari tempatnya yang tersimpan di gudang pusaka.



Semua benda tersebut terbungkus kain putih. Terdapat sebuah bak kayu berisi air, sementara keluarga dan kerabat keraton duduk mengelilinginya. Satu per satu benda pusaka dicuci dan diakhiri doa bersama.



Pencucian piring-piring ini merupakan tradisi setahun sekali yang dilakukan menjelang malam puncak peringatan maulid Nabi.

“Puncak peringatan Maulid Nabi tahun ini tanggal 12 Desember. Pada malam itu, piring-piring tersebut akan digunakan sebagai untuk membawa nasi rasul dan lauk-pauknya,” kata Sultan.



Upacara siraman panjang jimat adalah tradisi leluhur Kesultanan Kasepuhan menjelang acara puncak muludan. Benda pusaka dibersihkan agar ketika digunakan nanti benda-benda tersebut benar-benar bersih. (yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore