
Pohon kopi di lahan Perum Perhutani, Kendal, Jateng. (Dok. Pribadi)
Perhutani punya lahan yang luas untuk bisa dimanfaatkan. Eksisting luasan untuk satu hamparan sesayup mata memandang sekitar 5.000 ha per hamparan misalnya, ada di 4 lokasi. Luas lahan potensi 76.787 hektare di beberapa lokasi di punggung Jawa.
Sekarang, Perhutani membina petani untuk membantu pergerakan ekonomi. Kopi yang dipanen dijual kepada pedagang. Beda dengan kopi Banaran milik PTP yang diekspor ke Eropa. Sebelum naik kereta pada Selasa malam, menuju Surabaya, saya ngopi dulu di kafe Plataran Kota milik Kopi Banaran di Semarang. Kopi di Jawa memang beragam rasa di kota-kota di pulau ini. Jika digarap maksimal, maka lahan dan kayu Perhutani akan terjaga dari pencurian dan pengrusakan. Sedang rakyat mendapatkan penghasilan baik sebagai tambahan ataupun utama.
Tapi, tunggu dulu, Perhutani ke depan sebaiknya, berperan sebagai produsen kopi baru dengan melakukan investasi. Berperan sebagai off taker kopi hasil kerjasama. Melakukan benchmark ke PTPN, hal yang sam dilakukan PTPN dalm bisnis kayu keras.
Jika Perhutani hanya menerima sharing dari masyarakat apalagi dari biji kopinya, maka pendapatan relatif kecil. Apapun itu, Perhutani punya kewajiban bersama pihak lain, menjemput kejayaan cup of java yang ditulis di bab terakhir sejarah bangsa itu. (*)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
