Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 22.15 WIB

Puasa dalam Gelap

ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)

Melawan dengan Puasa

Jika dulu Nabi Muhammad dan pengikutnya harus berpuasa dalam keterpaksaan akibat pemboikotan Quraisy, kini jutaan rakyat Indonesia mengalami hal serupa. Jika Gandhi menggunakan puasa sebagai bentuk protes damai melawan kolonialisme, kini rakyat Indonesia terpaksa ”berpuasa” untuk bertahan hidup di tengah kebijakan negara yang tidak adil.

Perlawanan terhadap ketidakadilan tidak harus dalam bentuk kekerasan, tetapi bisa melalui solidaritas dan kesadaran kolektif. Sejarah telah menunjukkan bahwa puasa –baik sebagai praktik spiritual maupun sebagai bentuk perlawanan– dapat menjadi simbol ketahanan moral dan perjuangan melawan penindasan.

Apakah kita, rakyat Indonesia, akan terus dipaksa ”berpuasa” dalam kemiskinan, ataukah kita akan menggunakan kesadaran ini untuk menuntut perubahan yang lebih adil? (*)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore