
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
Sementara W.S. Rendra mengungkapkan seruan perlawanan atas keterjajahan itu dalam diksi yang lebih terang dalam ”Aku Tulis Pamplet Ini”:
Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran? Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan. Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.
Bukan sebuah pekerjaan mudah untuk mengenyahkan keterjajahan yang telah mengendap dalam diri setiap individu, diwariskan dari generasi ke generasi melalui cerita, nasihat, perilaku keseharian, tontonan TV, hingga terselip dalam sistem pendidikan. Namun, upaya itu harus dimulai hari ini, mulai dari diri kita sendiri.
Dengan sadar harus kita putus belenggu yang memasung pikiran, yang telah memadamkan segala nalar kritis dan keberanian. Kita harus merdeka dari keterjajahan. Tanpa kemerdekaan pikiran, kemerdekaan hanyalah kentut belaka: kentut kemerdekaan. (*)
---
OKKY MADASARI, Sastrawan dan sosiolog

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
