
ILUSTRASI. (BAGUS/JAWA POS)
Mitos Dewi Sri dan Nyai Pohaci secara tidak langsung mengandung nilai-nilai kearifan, yang jika dijaga dapat mewujudkan ketahanan dan keamanan pangan. Setiap bahan makanan yang dipanen dari bumi disyukuri sebagai bekal hidup manusia di dunia. Dahulu masyarakat percaya bahwa menyia-nyiakan dan membuang makanan adalah dosa terhadap bumi yang telah memberkahi manusia makanan sebagai kebutuhan hidupnya.
Pesan moral di balik folklor semacam itu kiranya perlu direvitalisasi pemerintah dalam kampanye seperti ’’Stop Boros Pangan”. Ini setidaknya bisa menjadi secercah asa untuk menumbuhkan kembali kesadaran akan nilai-nilai kearifan pangan terkait hal konsumsi makanan di tengah ancaman inflasi pangan. Nilai-nilai yang selama ini justru hilang di tengah gegap gempita industri kuliner dengan segala kelezatan semunya yang tanpa disadari malah membentuk gaya hidup konsumennya menjadi penyampah makanan.
FADLY RAHMAN, Departemen Sejarah dan Filologi Universitas Padjadjaran

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
