
ILUSTRASI
***
Beberapa novel pertama yang ditulis orang Indonesia berisi kisah skandal. ”Itoe boekoe ada begitoe renda deradjatnja,” demikian sebuah resensi pada masanya menggambarkannya. Bersama dengan koran-koran pergerakan dan tulisan-tulisan penyadaran tentang kejamnya penjajahan, novel-novel tersebut kemudian diringkus oleh pemerintah kolonial dengan label ”bacaan liar”. Bacaan liar dianggap mendatangkan bahaya bagi negara.
Untuk menangkalnya, lewat lembaga kolonial bernama Balai Pustaka, diperkenalkanlah kepada rakyat negeri jajahan roman-roman yang tidak mendatangkan bahaya dan tidak mengganggu ketenteraman negara. Maka demikianlah roman-roman Balai Pustaka disajikan kepada kita –sampai sekarang.
Pada dasarnya, beberapa pihak hanya tak ingin diganggu oleh bacaan tertentu. Demikianlah pola yang selalu berulang. Baik di masa kolonial, masa Orde Lama, Orde Baru, maupun orde paling baru; baik demi ketenteraman politik maupun demi ketenteraman moral. Kecabulan atau ejekan atau hasutan hanya pintu masuk untuk menyingkirkannya. Sebab, jika hal-hal seperti disebut di atas tidak ditemukan, bacaan yang tak dikehendaki toh akan tetap disingkirkan dengan alasan berbeda.
Beberapa pihak barangkali bahkan sama sekali tak ingin membaca –dan biasanya tak senang melihat orang lain membaca. Orang yang mengharamkan novel Freddy S., atau novel secara umum, saya pikir memang tak pernah tertarik dengan novel. Jika pun mereka ditunjuki dan disuguhi novel yang ”halal”, mereka tetap akan melepehnya. (*)
---
MAHFUD IKHWAN, Penulis asal Lamongan

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
