
ILUSTRASI
Sajak Joko Pinurbo kerap membuat saya termangu, khususnya cara ia memantik kita untuk tidak melupakan kata-kata dan endapan di dalamnya, seperti kata ”peluk” misalnya, betapa pentingnya daya kata itu. Melingkupi peluk antar kekasih, tetapi juga pelukan kita kepada sosial dan Tuhan. Ini yang saya maknai dalam puisinya yang berjudul Pemeluk Agama, dialog seseorang dengan Tuhan dengan nada yang serius tetapi sekaligus ada sentilan jenaka, benarkah seseorang dianggap pemeluk agama jika orang itu malah melakukan yang sebaliknya dari ajaran perdamaian dalam agama? Ia akhiri puisi itu dengan mengatakan, ”Agama sedang kedinginan dan kesepian. Dia merindukan pelukanmu.”
Saya akan selalu merindukan diskusi filsafat dan sastra bersama Joko Pinurbo. Selain itu, tentunya canda tawa soal pahit manisnya menjadi pendukung klub sepak bola. Ia selalu mengatakan bahwa puisi adalah seorang guru yang sabar menemani momen terkelam dalam kesepian. Beristirahatlah dengan tenteram bersama sumber puisi yang kekal. (*)

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
9 Rekomendasi Gudeg Koyor Paling Nendang di Semarang, Kuliner Tradisional dengan Rasa Sultan
7 Rekomendasi Brongkos Paling Ngangenin di Jogja, Kuliner Khas dengan Rasa Manis Gurih Pedas
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Rekomendasi Kuliner Sate Kambing Terenak di Jogja: Daging Empuk di Lidah, Bumbu Meresap Sempurna
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Madura United di Derbi Suramadu! Misi Bangkit di Hadapan Bonek
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Madura United! Momentum Bernardo Tavares Buktikan Magisnya di GBT
