Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Oktober 2023 | 18.55 WIB

Estetika Seni Jalanan: Protes Mengharap Keadilan

Saat grafiti dan poster muncul di mana-mana, di saat itulah ada kesetaraan. Korban awalnya dianggap hanya pada tingkatan angka. Ia dihitung berdasar jumlah. Namun sejatinya, keberadaan korban adalah mereka yang tidak pernah dihitung dan tidak dianggap ada dalam konteks dominasi industri sepak bola.

Maka, kehadiran seni jalanan yang membuka ruang alternatif untuk bersuara (disensus), menggoyahkan tatanan yang ada, dan berani menghadirkan konflik pada representasi yang dominan sangat diperlukan. Jika selama ini suara yang diperhatikan bersifat konsensus (kesepakatan yang dominan), bahwa anginlah yang membawa gas air mata sehingga membuat kepanikan massa, perlu adanya disensus. Grafiti dan poster mampu menyuarakan suara-suara alternatif itu. Itulah kenapa tuduhan padanya selalu sama: vandalisme! (*)

---

OBED BIMA WICANDRA, Dosen DKV UK Petra Surabaya. Sedang menempuh studi doktoral di Kajian Budaya (Kajian Seni dan Masyarakat) Universitas Sanata Dharma Jogjakarta.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore