
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
Tidak jarang, kita menemukan baliho-baliho merenggut hak pejalan kaki. Baliho dipasang melintang sehingga pejalan kaki tertutup aksesnya. Belum lagi, di pelbagai penjuru desa kita saksikan sejumlah poster yang ditancapkan ke pohon-pohon di tepi jalan.
Kita menginginkan pendidikan politik yang baik bagi pemilih. Pendidikan politik yang baik, kita tahu, tentu saja dimulai dari keteladanan yang baik dari calon pemimpin yang mengajukan diri untuk dipilih. Kampanye adalah salah satu sarana yang paling yahud untuk melakukan pendidikan politik bagi calon pemilih. Sudah menjadi keharusan aktivitas yang dilakukan juga mesti bernuansa edukasi, termasuk ramah ruang sosial dan ekologi. (*)
---
FARIZ ALNIZAR, Munsyi di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Jakarta

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
