Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Januari 2024 | 16.02 WIB

Masih Berkelana, Belum Begadang

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Pada 13 Oktober 1973, Oma Irama mendeklarasikan Soneta sebagai Voice of Muslim (suara umat Islam). Meski demikian, menurut saya, ”suara muslim” itu tidak serta-merta tampak setelahnya. Suara itu baru bisa ditemukan pada lagu ”Kematian”, dari album Darah Muda (Soneta Vol 4) yang rilis pada 1976. Itu bersamaan dengan diperkenalkannya nama Rhoma menggantikan Oma dan Rita Sugiarto menggantikan Elvy Sukaesih sebagai rekan duetnya.

Sampai album Gelandangan (1975), secara pukul rata lagu-lagu Soneta berlirik profan selazimnya lagu Melayu dan dangdut di masanya. Sebagian besar bertema cinta, baik gembira, syahdu, maupun sedih. Beberapa lagu cenderung berlirik nakal dan main-main. Simak ”Colak-colek” dan ”Cari Kerja”, misalnya. Lagu ”Hampir Saja” yang memperdengarkan suara desahan Elvy bahkan cenderung erotis, meski lagunya bermaksud sebaliknya.

Lagu ”Ampunilah” (Tiada Lagi) barangkali adalah lagu paling ”Islami” di fase ini. Meski demikian, karena liriknya yang universal, lagu pertobatan ini akan lebih tepat disebut sebagai religius dibanding Islami. Baru pada lagu ”Pengangguran” (Berpacaran, 1974), Oma secara spesifik meratapkan ”Ya Allah” dan ”Ya Tuhan Rabbul Izzati” di dalam lagunya. Namun, ini toh bukan lagu dakwah, melainkan lagu keluh kesah.

Meski begitu, beberapa lagu, seperti ”Jangan Menghayal”, ”Generasi Muda”, ”Jangan”, juga ”Kelana” dan ”Kelana 2”, kebanyakan berlirik universal dan secara umum sekuler, telah menunjukkan bakat Oma dalam hal menasihati. (*)

---

MAHFUD IKHWAN, Penulis asal Lamongan

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore