
Ilustrasi jamaah haji Indonesia berumrah sebelum berhaji. Saudi mengeluarkan aturan terbaru terkait kesehatan jamaah haji untuk 2026. (Media Center Haji 2025)
JawaPos.com - Menyambut musim haji 2026, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru di sektor kesehatan bagi calon jamaah haji.
Pengumuman ini dikeluarkan Selasa (14/10) waktu setempat. Secara garis besar, Saudi semakin rewel soal kondisi istitoah atau kelayakan berhaji dari aspek kesehatan.
Salah satu aturan terbarunya adalah pemeriksaan ulang kesehatan di titik ketibaan jamaah di Saudi. Baik itu di bandara di Makkah maupun Madinah.
Selama ini, jamaah haji hanya menjalani tes kesehatan di tanah air. Kemudian diberikan surat keterangan sehat atau memenuhi aspek istitoah haji dari sisi kesehatan.
Untuk tahun depan, surat itu saja tidak cukup. Tetapi akan kembali diperiksa saat kedatangan. Bagi jamaah yang benar-benar sehat, bisa melanjutkan perjalanan menuju hotel.
Tetapi bagi yang kedapatan sakit, akan dikarantina terlebih dahulu. Bahkan jika dinilai benar-benar tidak layak dari aspek kesehatan, jamaah bisa dipulangkan kembali ke tanah air.
Pemerintah Saudi menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran aturan kesehatan. Karena bagi mereka keselamatan publik menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji.
Aktivitas ibadah haji, bagi mereka, sangat penting sehingga tidak boleh lagi ada kasus jamaah wafat secara signifikan.
Saudi juga mengumumkan daftar penyakit yang penderitanya tidak boleh berhaji.
Di antaranya adalah gagal organ berat meliputi jantung, paru, hati, atau ginjal. Kemudian penyakit kronis stadium lanjut dan kehamilan berisiko tinggi.
Selain itu, pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi juga dilarang berhaji.
Berikutnya adalah masalah gangguan jiwa seperti demensia dan gangguan kejiwaan berat. Selama ini banyak kasus jamaah Indonesia mengalami demensia saat sedang di Saudi.
Berikutnya jamaah penyakit menular aktif seperti tuberkulosis dan demam berdarah hemoragik juga dilarang masuk.
Aturan kesehatan haji yang semakin ketat itu sempat disinggung oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf. Dia mengatakan, memang benar Saudi bisa memulangkan jamaah yang dinyatakan tidak sehat.
Informasi awal yang dia terima, pemeriksaan dilakukan secara random atau acak. Tetapi untuk antisipasi, pemerintah Indonesia menganggap semua jamaah akan dicek ulang, untuk kehati-hatian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022