Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Juli 2025 | 00.10 WIB

Masa Operasional Haji Indonesia sudah Hampir berakhir, Jumlah Jamaah Haji Wafat Hampir Susul Angka Tahun Lalu

Jamaah haji asal Indonesia saat beribadah di tanah suci. (MCH) - Image

Jamaah haji asal Indonesia saat beribadah di tanah suci. (MCH)

JawaPos.com - Misi penyelenggaraan haji 2025 sudah hampir menyentuh garis finish. Seluruh jamaah haji saat ini sudah berada di Madinah.

Sesuai rencana perjalanan haji (RPH) 2025 Kementerian Agama (Kemenag) pemulangan terakhir pada 10 Juli depan.

Hingga saat ini, jumlah jamaah haji yang wafat tercatat ada 437 orang, hampir menyamai angka tahun lalu. Data jumlah jamaah haji wafat di musim haji 2024 sampai berakhirnya masa operasional tercatat ada 461 orang.

Jumlah jamaah haji yang wafat tahun ini masih berpotensi bertambah. Karena misi haji masih akan berlangsung sampai 10 Juli mendatang. Kemudian juga masih banyak jamaah yang saat ini menjalani perawatan karena sakit.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Muchlis M. Hanafi membeberkan data jamaah yang masih dirawat. Di layanan kesehatan kloter masih ada 852 jamaah rawat jalan.

Kemudian di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) masih ada 3 orang rawat inap, dan 2 orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Lalu di RSAS sendiri masih ada 34 jamaah yang dirawat.

Dia mengatakan, pemulangan terakhir jamaah haji Indonesia dengan rute Madinah ke tanah air dilakukan pada 11 Juli dini hari waktu setempat. Dia berharap jamaah yang sedang dirawat bisa segera sembuh. Kemudian ikut pulang bersama jamaah lainnya. Kalaupun masih sakit, akan terus dirawat sampai dinyatakan layak terbang untuk pulang.

Dia mengakui bahwa jumlah jamaah haji yang wafat tahun ini hampir sama seperti tahun lalu. Namun Kemenag tetap berharap jumlah jamaah haji yang wafat tidak bertambah.

"Empat penyebab terbesar (jamaah wafat) adalah jantung, hipertensi, diabetes, dan paru-paru," katanya saat dikonfirmasi, Senin (7/7).

Dia menegaskan bahwa urusan kesehatan jamaah haji akan terus jadi perhatian pemerintah Indonesia. Seperti penerapan pemeriksaan kesehatan dahulu, sebelum melunasi biaya haji. Jika tidak lolos pemeriksaan kesehatan, calon jamaah haji tidak bisa melunasi biaya haji.

"Tentu (angka jamaah wafat) ini menjadi perhatian Kementerian Kesehatan, agar lebih ketat lagi dalam hal istitho’ah kesehatan," katanya.

Karena seorang jamaah dinyatakan istitoah atau tidak secara kesehatan adalah kewenangan dari Kementerian Kesehatan. Muchlis juga mengatakan pihak pemerintah Arab Saudi ikut memperhatikan kesehatan jamaah haji Indonesia.

Dalam banyak kesempatan, pemerintah Saudi meminta jamaah haji Indonesia dipastikan sehat sebelum terbang ke Saudi. Sempat ada celetukan dari pihak Saudi, Indonesia jangan mengirim jamaah untuk wafat di Saudi.

Muchlis juga membagikan data pemulangan jamaah. Sampai dengan 7 Juli siang, jumlah jamaah beserta petugas kloter yang sudah dipulangkan ada 180.744 orang. Perinciannya adalah 178.904 orang jamaah dan 1.840 petugas. Mereka tergabung dalam 460 kloter. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore