Kedatangan sejumlah jemaah haji Indonesia di bandara Taif di musim haji 2025. Pemanfaatan bandara Taif bisa memperpendek masa tinggal jemaah di Saudi. (Istimewa)
JawaPos.com - Tahun ini ada tiga bandara di Arab Saudi yang melayani penerbangan haji untuk jemaah Indonesia. Selain bandara Madinah dan Jeddah, yang terbaru adalah bandara Taif yang berjarak hanya 70 km dari Makkah. Semakin banyak bandara yang melayani jemaah Indonesia, bisa membuat layanan semakin efisien.
Pemanfaatan bandara Taif untuk jemaah haji Indonesia tahun ini sifatnya masih uji coba. Baru ada 44 orang jemaah haji Indonesia yang mendarat di Taif. Itupun jemaah haji khusus semuanya. Mereka mendarat di bandara Taif pada 29 Mei lalu.
Pemanfaatan bandara Taif untuk penerbangan jemaah Indonesia disambut positif berbagai pihak. Diantaranya disampaikan oleh Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah. Dia menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif pemanfaatan bandara Taif untuk penerbangan haji Indonesia.
Fadlul menyambut baik inisiatif Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menjadikan Bandara Taif sebagai alternatif kedatangan dan kepulangan jamaah haji dan umrah. "Kami siap mendukung jika diperlukan agar pelayanan jamaah haji dan umrah lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Fadlul dalam keterangannya Rabu (11/6).
Dia menjelaskan dalam konteks layanan haji khusus, sampai dengan 28 Mei berdasarkan data Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, total ada 10.654 jemaah yang tiba di Arab Saudi. Perinciannya sebanyak 6.205 orang tiba melalui bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah dan 4.449 orang melalui bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Kemudian ada 44 orang jemaah lainnya mendarat di bandara Taif.
Fadlul mengatakan BPKH menilai keberadaan bandara Taif sebagai alternatif bandara kedatangan merupakan bentuk inovasi penting. Khususnya dalam hal pelayanan yang relevan dengan semangat peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. "Dengan semakin banyaknya pilihan jalur transportasi udara, diharapkan perjalanan jamaah dapat berlangsung lebih efisien, aman, dan nyaman," katanya.
Diberitakan sebelumnya Kemenhub Indonesia menjajaki pemanfaatan Bandara Internasional Taif sebagai jalur alternatif bagi kedatangan dan kepulangan jamaah haji serta umrah dari Indonesia. Inisiatif ini disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dalam pertemuan dengan Otoritas Bandara Taif di Makkah, Arab Saudi, pada Minggu (8/6).
Dalam kesempatan tersebut, Menhub Dudy menilai bahwa secara teknis Bandara Internasional Taif memiliki kelayakan untuk digunakan sebagai bandara alternatif selain Jeddah dan Madinah. Apalagi lokasinya yang relatif dekat dengan Kota Makkah, yakni sekitar 70 Km. Untuk perbandingan jarak Jeddah ke Makkah 84 Km.
“Bandara Taif akan menjadi alternatif bandara haji atau umrah untuk mengurangi kepadatan di bandara utama," kata Dudy.
Upaya ini menjadi bagian dari usaha pemerintah dalam mendistribusikan arus kedatangan dan meningkatkan kenyamanan jamaah haji maupun umrah. Pemanfaatan bandara Taif juga disebut bisa mempersingkat masa tinggal jemaah haji Indonesia. Saat ini masa tinggal jemaah haji Indonesia di Saudi sekitar 40 hari. Lamanya tinggal itu, karena kepadatan jadwal penerbangan haji yang terkonsentrasi di bandara Jeddah dan Madinah saja. Dengan pemanfaatan bandara Taif, jemaah haji tidak perlu lama-lama menunggu karena jadwal penerbangan sudah terurai.
Merujuk data dari Wikipedia, lalu lintas penumpang jasa penerbangan di bandara Taif cukup banyak. Rata-rata 500 ribu orang per tahun. Pada 2021 misalnya mencapai 570.040 orang. Sedangkan sebelum pandemi Covid-19 penumpang di bandara Taif di atas satu juta orang. Berbeda dengan bandara di Jeddah, operator bandara Taif adalah militer Arab Saudi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
