
Ilustrasi jamaah haji gelombang dua di Asrama Embarkasi Surabaya. (PPIH Embarkasi Surabaya)
JawaPos.com-Seorang jamaah haji asal Probolinggo, Sri Umami Kasih, 55 tahun, dilaporkan meninggal dunia di pesawat, satu jam sebelum mendarat di Tanah Suci, Selasa (27/5) pukul 05.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kabar duka tersebut disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo kepada awak media di Asrama Haji Sukolilo pada Selasa (27/5). "Benar, ada penambahan jamaah haji Embarkasi Surabaya yang wafat. Beliau, Sri Umami Kasih, meninggal dunia di pesawat Saudi Arabia Airlines sekitar satu jam sebelum mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah," tuturnya.
Warga desa Klaseman, Kecamatan Gending, Probolinggo itu menghembuskan napas karena sakit jantung yang dideritanya. Sugiyo menyampaikan duka cita dan berdoa semoga almarhumah husnul khotimah. Dalam kesempatan yang sama, Sugiyo juga menyampaikan kabar duka lain. Seorang jamaah haji kloter 76 asal Kota Malang, Gogok Priadi, 66 tahun, meninggal dunia di Kota Makkah pada Minggu (25/5).
“Insya Allah, para jamaah wafat dalam husnul khotimah karena dalam rangka memenuhi undangan menjadi tamu Allah,” seru Sugiyo yang juga menjabat sebagai Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jawa Timur.
Kabar duka ini menambah daftar jamaah asal Embarkasi Surabaya yang wafat pada penyelenggaraan Ibadah Haji 2025. Hingga saat ini, Selasa (27/5) total ada 11 jamaah yang meninggal dunia. "Total jemaah Embarkasi Surabaya yang wafat adalah 11 orang. Dengan rincian, 4 orang meninggal di RS Haji Surabaya, 5 orang meninggal di Arab Saudi, dan 2 orang meninggal di atas pesawat," tukas Sugiyo.
Berikut daftar jamaah haji asal Embarkasi Surabaya yang wafat pada Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025 (Data Sementara, 27 Mei 2025):
1. Isdiyono Taslim Atmo, 60 tahun, dari kloter 3 Tulungagung, wafat di RSUD Haji Surabaya karena TBC, Minggu (4/5);
2. Nur Fadilah, 45 tahun, dari kloter 20 Sidoarjo, wafat di dalam pesawat, ia memiliki riwayat diabetes dan darah tinggi, Selasa (6/5);
3. Supatmi Supriadi Maulana, dari kloter 29 Bangkalan, wafat di RSUD Haji Surabaya, karena serangan jantung dan shock septik, Sabtu (10/5);
4. Inten Retno Wati, 56 tahun, dari kloter 5 Kediri, wafat di Makkah, karena kegagalan multiorgan, Rabu (14/5);
5. Soesanto Soemantri Notodiarjo, 73 tahun, dari kloter 16 Surabaya, wafat di Madinah Cardiac Center karena hipertensi, Sabtu (17/5);
6. Muhadi Madris, 74 tahun, dari Kloter 9 Blitar, meninggal dunia di RS King Abdul Aziz karena radang paru-paru (pneumonia), Senin (19/5);
7. Umu Sofiah, 50 tahun, dari Kloter 14 Gresik, meninggal dunia di RS Haji Surabaya karena gagal ginjal, Rabu (21/5);
8. Masiah, 65 tahun, dari kloter 64 Bojonegoro, meninggal dunia di KKHI Bandara, Rabu (22/5). Jamaah sempat jatuh lemas saat antre turun di pesawat;
9. Naki Muhammad Tang Ladu, 64 tahun, dari kloter 74 NTT, meninggal di RS Haji karena kanker paru, Sabtu (24/5);
10. Gogok Priadi, 66 tahun, dari kloter 75 Kota Malang, meninggal dunia di Kota Makkah, Minggu (25/5);

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
