Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 19.57 WIB

Pemerintah Kirim Mustasyar Diny ke Tanah Suci, Tugasnya Menjaga Kesucian Ibadah Jamaah dan Mengawal Prosesi Haji

Para anggota Mustasyar Diny yang akan dikirim ke Tanah Suci untuk membimbing jamaah haji. (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Para anggota Mustasyar Diny yang akan dikirim ke Tanah Suci untuk membimbing jamaah haji. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah berupaya meningkatkan layanan haji, khususnya dari sisi keagamaan maupun manasik.

Di antaranya dilakukan dengan membentuk sekaligus mengirimkan personel Mustasyar Diny ke Arab Saudi. Lantas, apakah tugas dari Mustasyar Diny itu?

Secara bahasa, Mustasyar Diny adalah penasehat agama. Maka, isinya ada tokoh-tokoh agama yang dinilai mempunyai keilmuan mumpuni, khususnya terkait dengan ibadah haji.

Mereka adalah Ahmad Fahrur Rozi Burhan, Fathurrahman Kamal, Muslich Abbas, Ahmad Junaidi Hidayat, dan Chaidar Muhaimin Affandi.

Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Muhammad Irfan Yusuf menekankan bahwa Mustasyar Diny memiliki peran strategis sebagai konsultan ibadah.

Mereka bertugas memperkuat sisi ritual sebagai pilar pertama dalam konsep Tri Sukses Haji. Dua sukses lainnya adalah sukses ekosistem ekonomi dan sukses keadaban.

"Penugasan ini bukan sekadar misi pendampingan teknis," kata Irfan dalam keterangannya Senin (19/5) malam.

Lebih dari itu, Mustasyar Diny bertugas untuk menjaga kesucian ibadah, memandu umat dalam pelaksanaan manasik yang sahih, dan mentransformasikan haji sebagai proses spiritual yang mendalam.

Dia juga menegaskan bahwa para Mustasyar Diny akan menjadi penguat dalam penyampaian fiqh taisir. Terutama untuk menjawab kebutuhan jamaah lansia, jamaah dengan keterbatasan fisik, dan kondisi darurat di lapangan.

Skema seperti Safari Wukuf Khusus, Murur di Muzdalifah, dan Tanazul di Mina memerlukan bimbingan berbasis pemahaman fiqh yang kokoh namun adaptif.

"Para Mustasyar diharapkan menjadi teladan dan pembimbing dalam akhlak, disiplin, dan adab selama bertugas," jelasnya. Bagi Irfan, haji bukan hanya soal sahnya rukun, tetapi juga proses pendidikan karakter dan tangga menuju perubahan diri.

Sebelumnya, Irfan secara resmi melepas dan memberikan arahan kepada para Mustasyar Diny (penasehat agama) yang akan bertugas mendampingi jemaah haji di Arab Saudi.

Acara pelepasan berlangsung pada Minggu, 18 Mei 2025, di Jakarta. Pembentukan Mustasyar Diny itu menegaskan komitmen BP Haji RI dalam menempatkan dimensi ibadah sebagai inti dari penyelenggaraan haji.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore