Calon jemaah haji lansia saat tiba di Bandara Madinah dan langsung difasilitasi dengan golf car supaya tidak berjalan terlalu jauh. (Media Center Haji 2025)
JawaPos.com – Suasana hangat dan penuh kepedulian menyambut para jemaah haji lansia dan disabilitas yang tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah. Pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan layanan prioritas sejak langkah pertama jemaah di Tanah Suci.
Hingga Selasa (6/5) pukul 07.00 Waktu Arab Saudi, sebanyak 34.272 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah. Dari jumlah tersebut, 7.376 di antaranya merupakan jemaah lansia atau sekitar 21,5 persen dari total yang sudah datang.
“Insya Allah untuk di Bandara Madinah kita berikan layanan yang maksimal bagi mereka,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, saat ditemui di Madinah.
Fasilitas yang disiapkan antara lain crane khusus untuk menurunkan jemaah lansia dari pesawat, kursi roda, dan tenaga pendamping PPIH yang khusus bertugas mendorong jemaah lansia dan disabilitas.
Bahkan, golf car dari otoritas Bandara Madinah turut dikerahkan untuk mengangkut jemaah dari gate haji menuju paviliun atau ruang tunggu.
“Layanan ini disiapkan bekerja sama dengan Saudi Ground Services (SGS),” jelas Basir.
“Tim SGS akan membantu sesuai kebutuhan kursi roda yang kita sampaikan, dan otoritas bandara akan menyesuaikan jumlah petugas mereka.”
Tak hanya dari sisi transportasi dan mobilitas, pelayanan terhadap lansia juga menjadi perhatian utama dalam keseluruhan proses haji tahun ini.
Hal itu ditegaskan oleh Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi, yang mengatakan bahwa layanan haji 2025 tetap mengusung prinsip ramah lansia dan inklusif.
“Petugas-petugas kita disiapkan secara khusus untuk menangani lansia. Kuncinya adalah pendampingan, terutama agar mereka tidak memforsir diri sejak di Madinah. Medan yang sesungguhnya justru ada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Muchlis.
Muchlis juga menyinggung soal konsumsi. Ia mengungkapkan bahwa jemaah lansia bisa menyampaikan kebutuhan makanan khusus kepada petugas hotel.
Tim konsumsi PPIH akan melakukan monitoring harian dan evaluasi, termasuk menyesuaikan standar menu agar tidak terlalu pedas dan tetap bernilai gizi baik bagi lansia.
“Intinya, makanan ini bukan cuma halal, tapi juga harus baik dikonsumsi oleh lansia. Gizinya terpenuhi, waktu penyajiannya tepat, dan ramah terhadap kondisi mereka,” tegasnya.
Dengan sistem layanan yang terus disempurnakan, baik di bandara maupun akomodasi, PPIH berkomitmen menjadikan ibadah haji tahun ini lebih manusiawi, adil, dan penuh penghormatan terhadap jemaah lansia dan disabilitas.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
