Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Juni 2024 | 19.12 WIB

Jadi Penerjemah Khotbah Jumat di Masjid Nabawi, Dzakwan Aisy Fajar Azhari Hadapi Tantangan ketika Khatib Tiba-Tiba Improvisasi saat Khotbah

SUDAH 7 TAHUN BERTUGAS: Dzakwan Aisy Fajar Azhari di pelataran Masjid Nabawi, Madinah (31/5). - Image

SUDAH 7 TAHUN BERTUGAS: Dzakwan Aisy Fajar Azhari di pelataran Masjid Nabawi, Madinah (31/5).

Dzakwan Aisy Fajar Azhari menerjemahkan materi khotbah yang diserahkan sehari sebelum salat Jumat dan kemudian membacakannya bersamaan dengan sang khatib yang bisa diakses lewat aplikasi radio serta website. Dikontrak per dua tahun.

ARIS IMAM MASYHUDI, Makkah

---

SAMBIL memegang gawai, sebagian jemaah memasang headset di telinga saat khatib salat Jumat di Masjidilharam, Makkah, menyampaikan khotbahnya dalam bahasa Arab. Mayoritas adalah jemaah dari luar Arab Saudi.

Pemandangan tak jauh berbeda selalu ditemui saat salat Jumat di Masjid Nabawi, Madinah. Termasuk jemaah asal Indonesia.

Mereka tengah mendengarkan khotbah Jumat. Walaupun tak bisa berbahasa Arab, mereka ternyata tahu maknanya. Sebab, materi sudah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Dan bisa dinikmati langsung lewat smartphone semua jemaah.

Untuk mengakses terjemahan khotbah Jumat itu, para jemaah bisa membukanya lewat aplikasi radio. Jemaah asal Indonesia yang jumatan di Masjidilharam memakai gelombang 90.50 FM. Yang salat Jumat di Nabawi bisa mengakses gelombang 99.00 FM.

Selain itu, khotbah Jumat hasil terjemahan di dua masjid itu bisa diakses lewat website yang telah disiapkan. Yakni, https://manaratalharamain.gov.sa. Lewat laman tersebut, jemaah tinggal mengeklik bahasa apa yang diinginkan.

Untuk penerjemahan ke dalam bahasa Indonesia, total ada lima orang yang bertugas di Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Salah satunya adalah Dzakwan Aisy Fajar Azhari. ”Untuk Nabawi, ada empat orang (penerjemah). Di Masjidilharam, ada satu orang,” ungkap Dzakwan saat ditemui di pelataran Masjid Nabawi akhir Mei lalu.

Dia menceritakan, lewat radio dan website itu, total ada 10 bahasa yang bisa dipilih para jemaah. Di antaranya, bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Turki, Urdu, dan Mandarin.

Fasilitas penerjemahan khotbah salat Jumat di Masjidilharam dan Masjid Nabawi memang disediakan khusus pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Direktorat Umum Urusan Masjidilharam dan Masjid Nabawi. Lembaga khusus itu bertugas mengelola dua masjid yang menjadi jujukan kaum muslimin di seluruh dunia tersebut.

Para penerjemah 10 bahasa itu direkrut sebagai pegawai di direktorat tersebut dan berkantor di dua masjid itu. ”Setiap pekan kami lima hari bekerja,” katanya.

Sekilas, prosesnya sebenarnya cukup sederhana. Khatib salat Jumat, baik di Nabawi maupun Masjidilharam, selalu menyampaikan khotbahnya lewat naskah tertulis. Naskah itu biasanya disiapkan sehari sebelumnya.

Naskah khotbah Jumat itu lantas diserahkan kepada semua penerjemah untuk dialihbahasakan sesuai dengan bahasa masing-masing. Materi terjemahan itu dibaca para penerjemah bersamaan dengan khotbah sang khatib alias disiarkan secara live atau langsung. ”Proses membacakannya dilakukan di ruang khusus di atas pintu 19 Masjid Nabawi,” jelasnya.

Di sana terdapat satu ruangan dengan dua lantai. Lantai pertama dipakai para penerjemah bahasa Inggris, Mandarin, Hausa, Persia, dan Indonesia. Lantai 2 ditempati penerjemah lima bahasa lain.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore