Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersama calon PPIH Arab Saudi 2026. Dahnil jelaskan soal anggaran konsumsi jamaah haji. (Bayu Putra/JawaPos.com
JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah telah menetapkan harga makanan untuk konsumsi jamaah haji Indonesia selama berada di tanah suci, baik Madinah, Makkah, dan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, tahun ini nilai konsumsi atau katering jamaah haji mencapai SAR 36 atau sekitar Rp 162 ribu per hari (kurs Rp 4.500).
"Katering itu kita satu hari (nilainya) sekitar 36 real," terang Dahnil di sela pelaksanaan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (19/1).
Anggaran SAR 36 itu dibagi dalam tiga kali sesi makan dengan nilai yang berbeda untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.
"Paginya itu harganya 10 real (Rp 45.000), siang dan malam itu 13 real (Rp 58.500)," Lanjut Dahnil.
Katering, tutur Dahnil, akan benar-benar diperhatikan untuk memastikan urusan perut jamaah tidak terkendala. Sehingga jamaah bisa fokus untuk beribadah tanpa memikirkan urusan lain, termasuk perut.
Karena itu, para petugas haji diminta memperhatikan konsumsi sedetail mungkin. "Isu terkait dengan makanan yang tidak layak, yang tidak sesuai dengan gramasinya, sesuai dengan speknya, itu harus jadi perhatian," tutur mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.
Urusan konsumsi paling krusial ada pada saat fase Armuzna. Karena saat masa.puncak Haji itu, tantangan utama ada pada distribusi makanan.
Tahun lalu, selama fase Armuzna, jamaah haji mendapat konsumsi 15 kali dan 1 kali Snack berat.
Tahun ini, strategi terus dimatangkan agar seluruh jamaah haji mendapatkan makanan yang baik dan tepat waktu.
"Yang paling krusial itu nanti di Armuzna, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Nah, harus dipastikan semuanya bekerja di bawah satu komando," tegas Dahnil.
Nantinya, semua petugas haji meski tidak bertugas di bagian konsumsi, akan dikerahkan untuk membantu distribusi bila diperlukan. Khususnya di fase Armuzna. Sehingga tidak ada jamaah yang tertinggal dalam hal makanan.
"Itulah pentingnya kenapa petugas haji itu dilatih semi militer. Selain memang ada permasalahan kerja fisik yang sangat berat, tapi kemudian ada kewajiban untuk memahami rentang komando dan bekerja di satu tim yang solid," imbuh Dahnil.
Artikel ini telah direvisi dari artikel sebelumnya berjudul "Konsumsi Jamaah Haji 2026 Ditetapkan Rp 180 Ribu Sehari, Fase Armuzna Jadi Perhatian Utama." Memenuhi hak koreksi dari narasumber.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
