
Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf dalam penyerahan banknotes untuk Living Cost Haji 2025 di Jakarta (14/4) malam. (Humas BPKH)
JawaPos.com - Masa pemberangkatan haji semakin dekat. Tinggal sekitar 15 hari lagi. Para calon jamaah haji (CJH) diimbau tidak perlu repot-repot menyiapkan uang saku. Karena setiap CJH akan menerima living cost atau uang tunai 750 riyal atau sekitar Rp 3,1 juta untuk keperluan di Arab Saudi.
Nominal 750 riyal itu cukup besar. Sebagai perbandingan harga makanan di Saudi untuk menu standar sekitar 20-30 riyal saja. Bahkan bisa lebih murah lagi. Uang saku itu dinilai cukup besar, karena seluruh keperluan utama jamaah selama di Saudi sudah disiapkan pemerintah. Mulai dari makan tiga kali sehari, kamar hotel, hingga layanan transportasi bus.
Uang tunai untuk living cost itu disiapkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Nantinya jamaah menerima living cost dalam pecahan 500 riyal satu lembar, 100 riyal dua lembar, dan 50 riyal satu lembar. Untuk menyediakan uang tersebut, BPKH sudah menyerahkan banknotes (uang tunai) sebesar 152.490.000 riyal atau sekitar Rp 683 miliar. Uang tersebut nanti dibagikan kepada 203.320 orang CJH ketika sudah di asrama haji.
Penyerahan uang tunai untuk keperluan living cost jamaah haji dilaksanakan di Jakarta pada Senin (14/4) malam. “Penyediaan banknotes ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memastikan kenyamanan jemaah haji selama menunaikan ibadah di Tanah Suci," kata Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf.
Dia menerangkan dana living cost tidak hanya untuk kebutuhan harian jemaah. Tetapi juga sebagai cadangan apabila terjadi kondisi darurat. Serta membantu pembayaran dam atau qurban.
Amri menjelaskan bahwa pengadaan banknotes itu menjadi bagian dari misi besar BPKH dalam memastikan kualitas penyelenggaraan ibadah haji yang terus meningkat setiap tahun. “Misi pertama kami adalah memastikan peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun, termasuk dalam menyiapkan segala kebutuhan jemaah di Tanah Suci,” jelas Amri.
Dia juga menekankan bahwa efisiensi biaya menjadi fokus utama BPKH bersama Kemenag dalam merumuskan BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji). Tahun ini, total biaya haji berhasil ditekan menjadi Rp 89,4 juta per jemaah. Turun dari Rp 93,4 juta pada tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut hanya Rp 55,4 juta yang dibebankan kepada jemaah.
Selisihnya, sebesar Rp 33,9 juta, ditanggung oleh BPKH sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan haji. "Bahkan dari Rp55,4 juta itu, jemaah masih menerima kembali dana dalam bentuk living cost sebesar 750 riyal atau setara dengan sekitar Rp 3 juta," tambah Amri.
Berikutnya misi ketiga BPKH adalah menyentuh aspek kemaslahatan umat. Khususnya bagi jemaah yang hendak menunaikan ibadah haji. Baik dalam bentuk pelayanan langsung maupun dukungan keuangan yang transparan, efisien, dan akuntabel.
Selain itu, BPKH juga menyampaikan perlunya dukungan dari regulator dan pihak perbankan dalam memberikan relaksasi kebijakan operasional. Pasalnya proses distribusi banknotes belum termasuk dalam pembahasan anggaran bersama DPR. Sehingga menimbulkan beban operasional tambahan bagi BPKH.
Sejak tahun 2019, BPKH telah empat kali melaksanakan pengadaan banknotes dalam bentuk uang riyal. Yaitu pada tahun 2019, 2022, 2024, dan 2025. Sementara itu pada tahun 2023, living cost diberikan dalam bentuk Rupiah. Dari pengalaman tersebut, BPKH menegaskan komitmennya dalam mengelola keuangan haji secara transparan dan akuntabel. Serta berorientasi pada pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia. (wan)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
