
ILUSTRASI: Dua petugas pendorong kereta berada di tengah-tengah rombongan jamaah haji asal Indonesia yang baru tiba di Terminal Syib Amir, Makkah.
JawaPos.com - Para jamaah haji Indonesia yang hendak menggunakan jasa pendorongan kursi roda saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, harus hati-hati. Sebab, jika salah pilih, bisa-bisa berurusan dengan polisi Arab Saudi alias Askar.
Kejadian itu dialami lima jamaah haji dari embarkasi Surabaya. Mereka sempat berurusan dengan Askar di Masjidil Haram gara-gara memakai jasa pendorong tidak resmi.
Beruntung, setelah dibantu Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daker Makkah, mereka akhirnya dibebaskan. Sedangkan, lima penyedia jasa pendorong yang diketahui adalah mukimin (WNI yang menetap di Arab Saudi), ditahan sementara oleh polisi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas Seksi Khusus (Seksus) Masjidil Haram PPIH Arab Saudi, kejadian itu terjadi pada Selasa (3/6) petang.
Awalnya, kelima jamaah lansia dari kloter 80 Embarkasi Surabaya itu menerima tawaran jasa pendorongan kursi roda dari lima mukimin.
Kelima jamaah itu dijemput dari hotel tempat mereka menginap, lalu bersama-sama menuju Masjidil Haram.
Setelah itu, para jamaah diantar para mukimin untuk melaksanakan ibadah tawaf dan sai memakai kursi roda itu.
Namun, saat tengah menjalani sai, sejumlah polisi mendatangi mereka. Tak lama, semua jamaah dan pendorong dibawa ke maktab Askar di kawasan Masjidil Haram.
Usut punya usut, ternyata para pendorong kursi roda yang mendampingi lima jamaah itu ilegal. Para mukimin yang terdiri dari satu pria dan empat perempuan itu memakai id card palsu.
Baca Juga: Dikenal Pandai Berbicara dan Berdiplomasi, Ini Daftar Pekerjaan yang Cocok Untuk Weton Kliwon, Simak Rinciannya
Insiden ini pun akhirnya diketahui oleh petugas seksus Masjidil Haram PPIH Arab Saudi. Bersama petugas lain, mereka lantas menuju maktab Askar.
"Setelah proses negosiasi, kelima jamaah akhirnya bisa dibebaskan," kata personel Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi daker Makkah, Rasmawar.
Para jamaah lantas diantarkan petugas ke Sekretariat Seksus Haram pos 1 di terminal Syib Amir, untuk kemudian diantarkan ke hotel tempat mereka menginap.
Sementara itu, kelima pendorong para jamaah itu masih menjalani pemeriiksaan lanjutan oleh Askar. Perkembangannya, satu kartu identitas dari pendorong itu sudah dikembalikan kepada personel PPIH.
Infografis tentang petugas resmi sewa jasa pendorong kursi roda.
Sementara itu, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari lima jamaah itu, jasa pendorong kursi roda itu ternyata diperoleh dari pimpinan rombongan mereka. "Yang mencarikan pendorong itu pimpinannya," katanya.
Rasmawar mengimbau agar para jamaah untuk berhati-hati saat mencari jasa pendorong kursi roda di kawasan Masijdil Haram.
"Sebab, yang diperbolehkan beroperasi di sana hanya jasa pendorong resmi," katanya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
