
SEMOGA MABRUR: Marwah, CJH asal Bangkalan, didampingi putranya, Abdul Hamid, menempui pengantar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya kemarin.
JawaPos.com - "Nyon tolong nekah tremah agih, ken sodakoh ne kaule,” ucap perempuan paro baya di balik pagar besi Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya kemarin (23/5). Kurang lebih maksudnya, ”Tolong terima saja ini, sekadar sedekah dari saya.”
Tak lama berselang, perempuan tersebut menyerahkan selembar amplop dan benda mirip buku kepada salah seorang calon jemaah haji.
Mereka rela menunggu lama untuk sekadar bertemu. Sebatas menyampaikan doa dan hal itu umum disebut ngalap barokah.
Abdul Aziz, jemaah asal Bangkalan, menyatakan, perilaku itu lumrah dijumpai pada sanak saudara dan handai tolan yang hendak berangkat haji. Maksud pemberian itu, kata Aziz, meminta jemaah haji yang berangkat sebagai perantara sedekah.
”Ada yang Alquran. Itu biasanya minta ditaruh di masjid Madinah. Kan bisa dibaca banyak orang. Harapannya pahala terus mengalir,” jelas Aziz. ”Termasuk uang juga ya agar sedekahnya mengalir dan biasanya pengantar agar bisa berangkat juga,” imbuhnya saat ditemui Jawa Pos di pelataran masjid.
Suasana gembira dan haru tergambar di halaman Asrama Haji Embarkasi Sukolilo (AHES) Surabaya kemarin. Sejak pagi, Jalan Manyar Kertoardi hingga Jalan Klampis Jaya penuh sesak kendaraan pengantar jemaah haji. Mulai kendaraan pribadi hingga bus ukuran besar.
Mayoritas pengantar yang kemarin datang berasal dari Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Salah satunya Hamid dari Bangkalan. Dia sengaja datang ke AHES Surabaya untuk mengantar saudaranya. ”Dua orang, ibu dan anaknya,” katanya.
Dia datang ke asrama haji sejak pukul 10.00 WIB menggunakan tiga bus kapasitas besar untuk mengantarkan dua CJH. Berharap bertemu dengan keduanya, hingga siang dia tak kunjung bertatap muka. ”Ya, bagi kami ini penghormatan dan lantunan doa untuk mereka,” tuturnya.
Dia belum memastikan apakah menginap atau tidak. Dari pantauan Jawa Pos hingga pukul 20.49 WIB, masih ada pengantar yang duduk di pinggir Jalan Manyar Kertoardi.
Selain Hamid, warga Bangkalan lainnya, Mufah, datang dengan sepuluh kendaraan pribadi untuk mengantarkan satu jemaah berangkat ke Tanah Suci. ”Kedatangan kami ini sebagai dukungan moril. Semoga jadi haji yang mabrur,” ujarnya. (zam/hen/c19/fal)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
