
Ilustrasi jemaah haji asal Indonesia.
Satu rumah sakit bisa didatangi tiga hingga empat kali oleh tim pencari untuk menanyakan hal yang sama. Di Arafah, penelusuran dilakukan sampai ke balik batu-batu besar.
Laporan EKO PRIYONO - ABDI D. NOOR, dari Makkah
---
DOA bersama mengawali pemberangkatan tim pencarian jemaah hilang di depan kantor Daerah Kerja Makkah kemarin (12/7). Ada dua tim yang disebar untuk melacak dua jemaah yang masih belum ketemu: Idun Rohim Zen, 87, dari Embarkasi Palembang Kloter 20 dan Suharja Wardi Ardi, 69, dari Embarkasi Kertajati Kloter 10.
Adapun satu jemaah lainnya, Niron Sunar Suha, 77, dari Embarkasi Surabaya Kloter 10 sudah diketemukan Selasa (11/7) lalu dalam kondisi telah wafat. Seperti hari-hari sebelumnya, tim tersebut berangkat pukul 09.00 waktu Arab Saudi dan baru kembali pukul 00.30. Jujukannya adalah beberapa rumah sakit.
Sebenarnya, semua rumah sakit di Makkah sudah didatangi, baik rumah sakit swasta maupun pemerintah. Petugas tidak hanya mengecek data pasien ke bagian administrasi. Tapi, juga mendatangi bangsal inap pasien dan kamar jenazah. Bahkan, satu rumah sakit bisa didatangi tiga hingga empat kali untuk menanyakan hal yang sama.
Pemeriksaan rumah sakit dilakukan sampai di luar Makkah. Kota Thaif dan Jeddah di antaranya.
Keduanya bisa ditempuh minimal satu jam dari Makkah dengan mengendarai mobil. ’’Lebih meyakinkan kalau dicek langsung. Meskipun jauh, apa pun hasil pemeriksaan lebih melegakan,” kata Kepala Satuan Operasional Armuzna Harun Arrosyid.
Tempat hilangnya jemaah juga sudah dicari beberapa kali. Misalnya, ketika proses pencarian Niron Sunar Suna yang hilang setelah melempar jumroh.
’’Sebelum ditemukan, kami sudah sisir. Ke jalur melempar jumroh, ke wilayah sekitarnya, dan menyisir lagi tenda-tenda di Mina. Termasuk malam hari,” jelas perwira TNI AU itu.
Demikian pula tempat hilang dua jemaah lain, Idun Rohim Zen dan Suharja Wardi Ardi, di Arafah. Tempat tersebut dan wilayah sekitarnya juga sudah diperiksa hingga beberapa kali. Begitu pula tempat-tempat yang tidak terduga, seperti di balik batu besar. Dengan asumsi bisa ditemukan di sana dalam kondisi apa pun.
Informasi hilangnya jemaah juga sudah disebar ke mukimin, warga Indonesia yang menetap di Arab Saudi. Mereka diharapkan memberikan informasi jika mendapati informasi yang memiliki ciri-ciri sama dengan tiga jemaah tersebut.
’’Lewat grup-grup mukimin sudah kami sebar,” jelas Harun.
Salah satu pertimbangannya, jemaah yang hilang tersebut bisa jadi sakit dan ditemukan mukimin, kemudian dirawat di tempat tinggal mereka. Di tengah proses pencarian itu, temuan tak terduga didapat saat mendatangi kantor polisi khusus wilayah Mina.
Di tempat tersebut ditemukan data seorang nenek berinisial S yang sudah meninggal, tapi belum dimakamkan. Perempuan berusia 58 tahun itu masih disemayamkan di tempat penyimpanan jenazah.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
