
Ilustrasi: Membeli gadget baru di pusat perbelanjaan yang khusus gadget. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menjelang akhir tahun, masyarakat biasanya mulai mempertimbangkan pembelian perangkat digital baru.
Alasannya beragam, mulai dari persiapan liburan, kebutuhan kerja dan studi, hingga sekadar mengganti gadget lama dengan teknologi yang lebih mutakhir.
Tahun 2025 sendiri menjadi momentum menarik karena hampir semua brand besar menghadirkan produk terbaru yang sarat inovasi, terutama pada aspek Artificial Intelligence (AI), kamera, dan performa perekaman video.
Namun, sebelum tergoda membeli perangkat terbaru, ada baiknya calon pembeli memahami tren sekaligus mempertimbangkan beberapa hal penting berikut:
Tahun ini, brand seperti Samsung, Apple, Oppo, Huawei, Xiaomi, hingga Vivo berlomba menghadirkan seri flagship terbaru.
Kehadiran iPhone 16, Galaxy Z Fold7, Galaxy Z Flip7, dan Galaxy S25 Series menunjukkan bahwa inovasi layar lipat serta AI yang terintegrasi langsung ke kamera maupun sistem operasi semakin menjadi standar baru.
Bagi yang gemar fotografi atau membuat konten, peningkatan fitur kamera berbasis AI patut dipertimbangkan.
Sementara itu, untuk pengguna produktif, kemampuan multitasking, daya tahan baterai, serta konektivitas dengan perangkat lain (tablet, smartwatch, dan audio) bisa jadi faktor utama.
Meski ponsel pintar masih jadi primadona, tren 2025 menunjukkan bahwa wearable gadget seperti Apple Watch, AirPods, atau perangkat audio premium dari Sony dan Harman/Kardon juga semakin populer.
Begitu pula dengan tablet dan laptop seri terbaru yang kini semakin ringan, tipis, namun bertenaga. Membeli gadget bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga memastikan perangkat benar-benar menunjang aktivitas sehari-hari.
Belakangan, pameran gadget kembali marak digelar, salah satunya Blibli XPO 2025 di Summarecon Mall Serpong pada 9–14 September.
Ajang seperti ini bukan sekadar tempat belanja, tapi juga ruang untuk mencoba langsung perangkat terbaru, berkonsultasi dengan brand resmi, hingga mengikuti talkshow edukatif bersama tech reviewer.
Menurut pengamat teknologi Dedy Irvan dari Jagat Review, konsep pameran semacam ini menarik karena menghadirkan produk resmi sekaligus layanan purna jual yang lebih jelas.
Akhir tahun identik dengan promo besar-besaran. Cashback, voucher diskon, hingga program tukar tambah kerap ditawarkan. Meski menarik, calon pembeli tetap perlu menilai apakah promo benar-benar sesuai kebutuhan.
Selain harga, jaminan purna jual menjadi poin penting. Jika ada perluasan garansi, pertimbangkan. Fasilitas semacam ini bisa menghemat biaya perbaikan di masa depan dan layak dipertimbangkan ketika memilih tempat membeli.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
