
Ilustrasi Trump Mobile T1, smartphone yang katanya merupakan merek dari presiden AS Donald Trump. (Variety).
JawaPos.com - Dalam gebrakan mengejutkan dari dunia teknologi, Donald Trump, sosok yang kembali naik takhta sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) meluncurkan ambisinya untuk masuk ke pasar smartphone dengan merilis ponsel pintar berwarna emas yang dinamai Trump Mobile T1.
Namun, meskipun diklaim sebagai produk "buatan Amerika", berbagai analis industri teknologi justru menyebut perangkat ini kemungkinan besar akan diproduksi di Tiongkok alias 'Made in China'.
Perangkat berharga USD 499 atau berkisar Rp 8 jutaan itu diumumkan secara resmi oleh Trump Organization pada Senin (17/6), T1 akan berjalan di atas sistem operasi Android milik Google, dan dilabeli sebagai produk dengan sentuhan "Amerika sejati".
Namun, di balik slogan nasionalis itu, sejumlah ahli mempertanyakan klaim bahwa ponsel ini akan dirakit dan diproduksi di Amerika Serikat.
“Tidak mungkin ponsel ini dirancang dari nol di AS, dan tidak mungkin sepenuhnya diproduksi atau dirakit di sana,” kata Francisco Jeronimo, wakil presiden dari lembaga riset International Data Corporation (IDC), kepada CNBC.
Menurut Jeronimo, T1 kemungkinan besar adalah hasil kerja sama dengan perusahaan original design manufacturer (ODM) asal Tiongkok yakni perusahaan yang biasa merancang dan membuat produk berdasarkan permintaan dan spesifikasi dari merek lain.
Analis dari Counterpoint Research, Blake Przesmicki, juga menyuarakan hal senada. Ia menyebut bahwa meskipun T1 dipasarkan sebagai produk "Made in USA", besar kemungkinan produksinya tetap melibatkan pabrikan Tiongkok di tahap awal.
Saat ini, Amerika Serikat diketahui belum punya kapasitas industri dalam negeri yang cukup untuk memproduksi smartphone secara masif. Bahkan iPhone, ponsel unggulan merek AS yakni Apple saja diproduksi di luar AS yakni di India dan Tiongkok.
Keterlibatan Tiongkok dalam pembuatan smartphone Trump ini terasa ironis mengingat selama masa kepresidenannya, Trump gencar menyerang rantai pasokan global milik Apple dan bahkan mendorong agar iPhone diproduksi di Amerika.
Ia juga sempat menggertak akan mengenakan tarif bea impor untuk ponsel buatan luar negeri, termasuk dari Tiongkok.
Namun para ahli menyebut bahwa membangun fasilitas produksi skala besar di AS akan memakan waktu bertahun-tahun dan berisiko menaikkan harga produk secara signifikan.
Trump Phone T1 mungkin menjadi simbol terbaru dari nasionalisme ekonomi ala Trump, tapi jika benar diproduksi di Tiongkok, proyek ini justru bisa menjadi bumerang politis yang memicu perdebatan panas.
Akankah ini menjadi “iPhone-nya Trump” atau sekadar rebranding dari produk ODM buatan Asia? Yang pasti, dunia teknologi kini menatap penasaran, apakah ini hanyalah gimmick politik, atau awal dari dinasti gadget bergaya Trump?

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
