
Photo
JawaPos.com - Saat ini mulai banyak smartphone baru yang hadir di tanah air meluncur dengan kemampuan 5G. Tidak hanya di kelas flagship dengan rate harga Rp 8 juta ke atas, teknologi jaringan seluler generasi kelima itu malahan sudah banyak hadir di segmen terjangkau. Hal ini jelas, menyambut jaringan yang sudah tersedia, para vendor ponsel ingin membawa 5G lebih dekat lagi ke masyarakat agar semakin dikenal.
Di kelas flagship, rata-rata yang baru hadir di tanah air sudah punya kemampuan 5G. Samsung dengan seri Galaxy Fold, Flip, dan S terbaru misalnya, seluruh jajaran perangkat papan atas tersebut sudah memiliki kemampuan teknologi jaringan seluler generasi kelima. Begitu pun dengan merek lainnya dari Tiongkok yang ogah ketinggalan meramaikan tren 5G di Indonesia.
Hal ini beda dengan Huawei yang baru saja merilis P50 Pro di tanah air namun belum dibekali kemampuan 5G. Padahal, sebagai smartphone flagship dengan banderol harga Rp 15 juta, perangkat yang masih hadir tanpa dukungan Google ini bisa semakin memikat konsumen dengan adanya kemampuan 5G.
Menjawab hal ini, Country Training Manager Huawei Consumer Business Group Indonesia Edy Supartono berdalih, keputusan ini didasari karena jaringan 5G yang belum merata di Indonesia. Melalui Huawei P50 Pro ini, Huawei menyebut mereka masih ingin fokus menghadirkan perangkat 4G.
"Karena jaringan 5G di Indonesia belum merata. Kehadiran 5G secara keseluruhan kemungkinan masih butuh waktu. Kami ingin pengguna mendapatkan pengalaman maksimal saat menggunakan perangkatnya, akan disayangkan jika kami menyematkan 5G yang belum bisa diakses oleh pengguna," kata Edy saat peluncuran Huawei P50 Pro secara daring.
Dia mengklaim, tanpa 5G, pengguna masih tetap bisa memanfaatkan berbagai fitur dan fasilitas terbaik di Huawei P50 Pro yang didukung chipset Snapdragon 888, misalnya dalam hal performa maupun kamera.
Sebagai pengingat juga, prosesor Snapdragon 888 yang ada di balik dapur pacu P50 Pro sendiri secara teknis sudah mendukung 5G. Kendati bukan yang paling baru di pasaran, chipset ini dari segi performa memang diketahui punya kemampuan tinggi buat mengolah berbagai kebutuhan pengguna.
Sementara itu, kendati masih hadir tanpa dukungan Google, terkait software dan aplikasi di sebuah perangkat, Huawei menyiasati nihilnya layanan ekslusif Google Mobile Services (GSM) dengan terus mengembangkan Huawei Mobile Services (HMS). Salah satunya dengan kehadiran toko aplikasi App Gallery.
Menurut Edy, 95 persen aplikasi yang dibutuhkan sehari-hari oleh pengguna sudah tersedia di toko aplikasi App Gallery. Aplikasi transportasi online seperti Grab, aplikasi belanja online Tokopedia, aplikasi finansial LinkAja dan Dana sudah tersedia di App Gallery.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
