Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Januari 2019 | 15.12 WIB

Mengulas Generasi Redmi Sebelum 'Dicerai' Xiaomi, Kini Merek Sendiri

Redmi Note 7. Jadi perangkat perdana Redmi setelah pisah dari Xiaomi. - Image

Redmi Note 7. Jadi perangkat perdana Redmi setelah pisah dari Xiaomi.


Tidak berhenti pada istilah smartphone gaib lantaran sangat sulit didapat di pasaran, kelangkaan Xiaomi Redmi Note 5 kala itu juga menjadi bumerang bagi Xiaomi yang dianggap membodohi konsumen. Alih-alih berjualan dengan rajin meluncurkan produk, ternyata malah belum siap dan berujung pada kelangkaan.


Xiaomi Pisahkan Redmi Jadi Merek Sendiri


Sampai kepada akhir cerita Redmi menjadi merek sendiri. Kabar tersebut awalnya muncul sekitar pekan lalu lewat beredarnya sebuah poster. Poster tersebut mengumumkan bahwa Redmi akan menjadi merek mandiri dan keluar dari seri Xiaomi sebagai perangkat ekonomis. Hal tersebut tentu membuat banyak kalangan kaget.


Berusaha menjelaskan, CEO dan Founder Xiaomi Lei Jun kala itu mengumumkan bahwa rencana pemisahan Redmi menjadi merek sendiri bertujuan agar lebih fokus pada pengembangan produk. Xiaomi sendiri sebelum memecah Redmi menjadi merek sendiri telah melahirkan Poco yang didaulat untuk mengelola perangkat smartphone menengah semi flagship. Sementara Redmi dikatakan bakal fokus bermain di segmen affordable alias harga terjangkau. Untuk Xiaomi dengan seri Mi sendiri ingin fokus di perangkat flagship.


Redmi Note 7 Diumumkan


Peresmian dipecahnya Redmi menjadi merek sendiri terjadi pada Kamis (10/1). Dalam momen tersebut selain mengumumkan menjadi merek mandiri bersama logo barunya, Redmi juga turut menghadirkan perangkat barunya, yakni Redmi Note 7. Belum apa-apa, Redmi sudah membuat geger lagi lewat perangkat dari merek barunya itu.


Pasalnya, Redmi Note 7 seperti kami beritakan sebelumnya hadir dengan kamera utama 48 MP namun dengan harga yang sangat murah di pasaran menurut banyak pihak. Redmi Note 7 dibekali kamera ganda 48 MP dan penembak sekunder 5 MP. Perusahaan mengonfirmasi bahwa kamera utama dapat menggunakan pixel-binning untuk mengambil bidikan yang lebih baik, meskipun pada resolusi 12 MP. Sementara itu, tugas selfie ditangani oleh kamera depan berkekuatan 13 MP.


Dapur pacunya, Redmi Note 7 ditenagai chipset Snapdragon 660. Memang bukan prosesor seri 600 terbaru, tetapi prosesor tersebut terbilang masih cukup kuat untuk perangkat smartphone yang affordable. Spesifikasi penting lainnya termasuk layar full HD+ 6,3 inci dengan takik bergaya ala tetesan air, konektivitas USB Type-C, pengisian daya kabel 18 watt, blaster IR, dan jack headphone, serta konsumsi daya baterai sebesar 4.000 mAh.


Sebagai lini perangkat ekonomis, Redmi Note 7 dengan kemampuan kamera 48 MP juga dijual murah. Harganya antara lain dilepas mulai dari CNY 999 atau setara dengan Rp 2 jutaan untuk model RAM 3 GB dan ROM 32 GB. Lainnya, ada varian RAM/ROM 4/64 GB dengan harga CNY 1.199 atau setara Rp 2,4 jutaan dan model 6/64 GB diharga CNY 1.399 atau berkisar di Rp 2,9 jutaan.


Demikianlah perjalanan panjang seri Redmi dan Redmi Note sebelum akhirnya ‘diceraikan’ Xiaomi untuk mengelola namanya secara mandiri. Terlepas dari dipecahnya Redmi menjadi merek mandiri, Redmi tetaplah bagian dari Xiaomi sebagai perusahaan induknya. Hal tersebut berlaku dari IPO-nya, supply dan produksi perangkatnya, layanan penjualan, dan purna jualnya. Persis seperti Poco yang sudah menghadirkan Pocophone F1 di Indonesia yang tetap bisa didapatkan di Mi Store sebagai toko resmi Xiaomi.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore