Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Oktober 2026 | 16.43 WIB

The Fed Tahan Suku Bunga AS di 4 Persen, Dua Pejabat Minta Kenaikan 0,25 Persen

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Kevin Warsh menggelar konferensi pers di kantor Federal Reserve di Washington, DC, AS, pada 28 Oktober 2026, setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari. (Reuters/Kylie Cooper) - Image

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat Kevin Warsh menggelar konferensi pers di kantor Federal Reserve di Washington, DC, AS, pada 28 Oktober 2026, setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari. (Reuters/Kylie Cooper)

JawaPos.com - Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed, mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75 hingga 4 persen pada Rabu. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar setelah The Fed menaikkan suku bunga pada September, untuk pertama kalinya sejak Juli 2023.

Dilansir dari Kyodo, Kamis (29/10), keputusan itu diambil dalam rapat kebijakan moneter selama dua hari. The Fed mempertahankan target suku bunga dana federal (federal funds rate), yakni suku bunga pinjaman antarbank untuk transaksi semalam.

“Inflasi masih tinggi. Akumulasi informasi lebih lanjut akan membantu Komite menentukan sikap kebijakan yang tepat untuk memastikan inflasi kembali ke target 2 persen secara tepat waktu,” demikian pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang menetapkan kebijakan suku bunga.

Dua anggota FOMC, termasuk Lisa Cook yang duduk di Dewan Gubernur The Fed, menentang keputusan tersebut. Mereka memilih menaikkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase.

Rapat berlangsung ketika ekonomi AS masih menghadapi tekanan inflasi. Harga konsumen pada September meningkat 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Harga minyak juga masih tinggi di tengah perang melawan Iran yang belum menunjukkan penyelesaian.

Keputusan tersebut juga diambil menjelang pemilihan paruh waktu AS yang berlangsung pada Selasa. Inflasi dan biaya hidup masih menjadi perhatian utama banyak rumah tangga di negara tersebut.

Presiden Donald Trump berulang kali mendesak penurunan suku bunga dengan harapan mendorong belanja masyarakat dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Sebagian pelaku pasar menilai tekanan politik tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat The Fed kemungkinan tidak menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya secara beruntun.

Namun, Ketua The Fed Kevin Warsh menepis spekulasi bahwa politik memengaruhi keputusan tersebut dalam konferensi pers seusai rapat.

“Politik tidak berperan dalam keputusan ini,” kata Warsh. Ia menambahkan, selama dua hari pembahasan, ia tidak mendengar rekan-rekannya membicarakan politik maupun pemilihan paruh waktu yang akan datang.

Warsh, yang memimpin rapat kebijakan untuk keempat kalinya sejak menjabat pada Mei, menegaskan komitmennya mengendalikan inflasi. Ia menyebut inflasi masih “terlalu tinggi” dan menekankan bahwa The Fed tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore