
Ilustrasi rupiah. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ekonomi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara menilai, hasil survei tidak bisa dijadikan alat ukur tunggal untuk menilai kondisi riil perekonomian Indonesia. Menurutnya, kondisi ekonomi bangsa ini sekarang cukup baik berdasarkan beberapa data.
Hal itu disampaikan Surya menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyebut sebanyak 49,4 persen reponden menilai kondisi ekonomi Indonesia buruk atau sangat buruk.
"Hasil survei SMRC tidak bisa dijadikan alat ukur untuk menilai kondisi riil perekonomian Indonesia, akan tetapi dari hasil survei SMRC kita dapat menyimpulkan bahwa penilaian masyarakat terhadap keberhasilan pemerintah di bidang ekonomi masih rendah," kata Surya, Rabu (29/7).
Dia menyampaikan, terdapat Perbedaan besar hasil survei tersebut dengan data lain. Seperti Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sepanjang satu tahun pemerintahan Prabowo akumulasi neraca perdagangan surplus hingga mencapai USD 41.052,2 juta.
Artinya, salah satu indikator fundamental perekonomian Indonesia menunjukkan sentimen positif adalah neraca perdagangan.
"Surplus neraca perdagangan ini melanjutkan tren positif yang dicapai pada pada era pemerintahan sebelumnya di tahun 2023 sebesar USD 36.420,3 juta dan tahun 2024 sebesar USD 31.329,6 juta," jelasnya.
Selain itu, Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencatatkan sentimen positif Sepanjang tahun 2025. Artinya pertumbuhan ekonomi Indonesia berjalan baik.
"BPS mencatatkan pertumbuhan ekonomi cumulative (C to C) tahun 2025 mencapai 5,11 persen. Bertumbuh dari tahun 2024 sebesar 5,03 persen dan tahun 2023 5,05 persen," ujarnya.
Indikator fundamental lainnya yang menunjukkan sentimen positif adalah cadangan devisa. Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) cadangan devisa indonesia pada akhir juni 2026 terjaga pada angka USD 145,6 miliar, meningkat dibandingkan posisi akhir Mei 2026 sebesar USD 144,9 miliar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022