
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan Kamis (23/7), setelah sebelummya ditutup melemah melemah 65 poin menjadi Rp 17.920 per dollar AS pada perdagangan Rabu (22/7).
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri.
"Untuk perdagangan (23/7) mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.920-Rp 18.970," ujar Ibrahim dalam keterangan yang diterima, Kamis (23/7).
Ibrahim mengatakan dari sisi eksternal, pergerakan rupiah masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas.
Pelaku pasar mempertimbangkan meningkatnya bentrokan militer antara AS dan Iran, dimana pasukan AS mengatakan mereka mulai menyerang target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut pada hari Selasa, menargetkan lokasi peluncuran rudal dan drone, fasilitas komando dan kendali, sistem pertahanan udara, dan infrastruktur militer lainnya, seiring Washington mengintensifkan kampanyenya melawan Teheran.
Akibatnya, Teheran melanjutkan serangan balasan terhadap posisi militer AS di seluruh wilayah, termasuk Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
“Selain itu, investor juga memantau gerakan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran setelah mengancam blokade angkatan laut yang memengaruhi pengiriman yang terkait dengan Saudi di Laut Merah, yang mendorong beberapa kapal tanker minyak untuk mengubah rute dan menimbulkan kekhawatiran atas ekspor dari salah satu pemasok minyak mentah terbesar di dunia,” ujarnya.
Di sisi lain, Ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan meningkatkan laju kenaikan suku bunga pada tahun 2026 meningkat tajam, didorong oleh harga minyak yang tinggi karena gangguan pasokan di Teluk memicu kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi tentang suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Data Prime Terminal menunjukkan probabilitas sebesar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuannya minggu depan, sementara kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan September berada di sekitar 68 persen.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
